Mengapa Patung di Pura Disebut Gambaran Diri Kita?

  • 17 Sep 2026 14:44 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Patung dalam arsitektur pura memiliki fungsi ganda sebagai pelengkap keindahan sekaligus memiliki makna simbolis yang mendalam berkaitan dengan kehidupan manusia.
  • Tradisi pembangunan pura di Bali tidak dapat dipisahkan dari pemahaman mendalam terhadap makna dan fungsi setiap unsur arsitektur yang menyertainya.
  • Pura dibangun bukan hanya sebagai struktur fisik semata, melainkan sebagai ruang spiritual untuk menyatukan pikiran dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

RRI.CO.ID, Denpasar - Patung yang terdapat dalam arsitektur pura tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap keindahan bangunan, tetapi juga memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Obrolan Galang Kangin RRI Pro 4 Denpasar bersama Ajik Tibah dan Beli Kejoer, Kamis, 17 Septrember 2026.

Dalam tradisi Bali, pembangunan pura secara fisik tidak dapat dipisahkan dari pemahaman terhadap makna dan fungsi setiap unsur yang menyertainya. Pura dibangun bukan semata-mata sebagai bangunan fisik, tetapi menjadi ruang untuk menyatukan pikiran dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pembahasan tersebut menjelaskan bahwa unsur-unsur dalam pura memiliki penempatan dan fungsi masing-masing sesuai dengan konsep arsitektur tradisional Bali. Karena itu, keberadaan patung maupun ornamen lainnya perlu dipahami tidak hanya berdasarkan bentuk fisiknya.

Salah satu yang dibahas adalah keberadaan patung raksasa yang umumnya ditempatkan pada bagian tertentu di kawasan pura, termasuk di sekitar pintu masuk. Patung tersebut menjadi bagian dari simbol penjagaan sekaligus mengandung pesan mengenai berbagai karakter yang terdapat dalam kehidupan manusia.

“Patung merupakan gambaran diri kita,” ungkap Tibah, menjadi gagasan penting dalam dialog tersebut. Pernyataan itu mengajak manusia melihat patung bukan sekadar sebagai karya seni, melainkan sebagai media untuk melakukan refleksi terhadap sifat dan perilaku diri.

Patung dengan bentuk tertentu juga dapat menggambarkan karakter atau kekuatan yang ada dalam kehidupan manusia. Simbol tersebut mengingatkan bahwa manusia memiliki berbagai kecenderungan yang perlu dikenali dan dikendalikan agar kehidupan berjalan sesuai dengan nilai kebaikan.

Selain patung, berbagai unsur arsitektur pura juga memiliki makna yang berkaitan dengan perjalanan manusia dalam mendekatkan diri kepada Tuhan. Penempatan unsur bangunan secara berlapis menunjukkan adanya keteraturan sekaligus simbol hubungan antara manusia, alam dan Tuhan.

Dalam obrolan tersebut juga disinggung mengenai cara manusia memandang keberadaan Tuhan melalui simbol-simbol yang terdapat di pura. “Kita membayangkan bagaimana tingginya keberadaan Tuhan,” ucap Tibah, menjadi salah satu ungkapan yang menggambarkan pesan spiritual di balik tata ruang tempat suci.

Simbol ketinggian dalam arsitektur pura dapat menjadi pengingat mengenai kedudukan Tuhan yang diyakini melampaui keterbatasan manusia. Pada saat yang sama, manusia diajak untuk menyadari bahwa dirinya memiliki keterbatasan sehingga perlu membangun kesadaran spiritual dalam menjalani kehidupan.

Pemahaman terhadap patung dan unsur arsitektur pura juga berkaitan dengan cara masyarakat Bali mewariskan pengetahuan budaya dari generasi ke generasi. Nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya menyangkut seni dan estetika, tetapi juga etika serta kehidupan spiritual.

Ajik Tibah dan Beli Kejoer mengajak pendengar untuk tidak berhenti pada pemahaman bahwa patung hanya merupakan bentuk fisik yang menghiasi pura. “Jadi kita membayangkan bahwa patung itu juga menggambarkan diri kita,” kata Kejoer, menjadi pesan reflektif agar manusia mampu melihat dirinya melalui simbol-simbol budaya yang ada di sekitarnya.

Melalui pemahaman tersebut, keberadaan patung di pura dapat menjadi sarana untuk mengenali berbagai sifat yang ada dalam diri manusia. Dengan demikian, seni, arsitektur dan simbol dalam tradisi Bali tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran dalam menjalani kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....