Mengenal Cancel Culture di Era Media Sosial
- 16 Sep 2026 13:26 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Cancel culture atau budaya pembatalan merupakan fenomena ketika seseorang, kelompok, atau merek mendapat kecaman hingga kehilangan dukungan publik karena dianggap melakukan kesalahan. Fenomena ini banyak berkembang di media sosial karena informasi dapat menyebar dengan cepat dan mendorong banyak orang memberikan respons dalam waktu singkat.
Psikolog Ravi Iyer dari University of Southern California mengatakan, media sosial memiliki sistem yang mendorong aktivitas dan keterlibatan pengguna sehingga konflik dapat lebih mudah berkembang. “Most people are not actively seeking out conflict,” ujar Iyer dalam artikel American Psychological Association yang membahas perilaku pengguna di media sosial.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menghadapi cancel culture, di antaranya:
- Periksa informasi terlebih dahulu
Jangan langsung percaya pada informasi yang sedang viral. Pastikan sumber dan kebenarannya sebelum ikut memberikan komentar atau menyebarkannya. - Pahami konteks
Sebuah pernyataan atau unggahan bisa saja terlihat berbeda ketika hanya melihat potongannya. Memahami informasi secara utuh dapat membantu menghindari kesimpulan yang terburu-buru. - Bedakan kritik dan perundungan
Kritik dapat menjadi cara untuk menyampaikan ketidaksetujuan, tetapi tidak seharusnya berubah menjadi penghinaan, ancaman, atau serangan terhadap pribadi seseorang. - Berikan kesempatan untuk klarifikasi
Pihak yang menjadi sasaran kecaman tetap perlu diberi ruang untuk menjelaskan persoalan. Dengan begitu, publik dapat melihat permasalahan dari lebih dari satu sisi. - Pikirkan dampak sebelum menyebarkan
Komentar atau unggahan yang ikut memperbesar suatu isu dapat memberikan dampak nyata bagi pihak yang menjadi sasaran. Karena itu, penting untuk mempertimbangkan kembali sebelum ikut menyebarkan kecaman.
Cancel culture memperlihatkan kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk opini publik. Karena itu, kebebasan menyampaikan kritik perlu diimbangi dengan sikap bijak, kemampuan memeriksa informasi, dan kesadaran terhadap dampak dari setiap tindakan di ruang digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....