Bahasa Siulan Unik Kepulauan Canary
- 16 Sep 2026 07:36 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Silbo Gomero adalah bahasa siulan tradisional yang masih dipertahankan oleh masyarakat Pulau La Gomera, Kepulauan Canary, Spanyol, meskipun berada di era komunikasi digital modern.
- Bahasa siulan ini lahir ratusan tahun lalu sebagai solusi untuk komunikasi di tengah bentang alam yang ekstrem dengan lembah dan jurang curam yang sulit dilalui suara biasa.
- Nada siulan berfrekuensi tinggi dalam Silbo Gomero mampu merambat menembus lembah dan dapat terdengar jelas hingga jarak beberapa kilometer, menjadikannya alat komunikasi efektif untuk menyampaikan pesan dan kalimat lengkap.
RRI.CO.ID, Denpasar - Di tengah pesatnya era komunikasi digital dan internet, sebuah tradisi unik masih terjaga dengan kuat di Pulau La Gomera, Kepulauan Canary, Spanyol. Masyarakat setempat memiliki cara berkomunikasi yang tak biasa, yakni menggunakan siulan yang dikenal sebagai bahasa Silbo Gomero. Bahasa siulan ini bukan sekadar sinyal sederhana, melainkan sarana untuk menyampaikan pesan dan kalimat secara lengkap.
Bahasa Silbo Gomero lahir ratusan tahun lalu sebagai solusi atas bentang alam Pulau La Gomera yang dipenuhi lembah dan jurang curam. Dalam kondisi geografis yang ekstrem tersebut, percakapan lisan biasa sulit terdengar. Sebaliknya, nada siulan berfrekuensi tinggi mampu merambat menembus lembah dan dapat terdengar jelas hingga jarak beberapa kilometer.
Secara teknis, Silbo Gomero bekerja dengan mengonversi huruf vokal dan konsonan dari bahasa Spanyol Kastilia menjadi pola bunyi siulan. Tinggi rendahnya nada (pitch) serta irama bunyi yang terputus atau mengalir membedakan makna dari setiap kata. Penelitian ahli bahasa dan ilmuwan saraf mengonfirmasi bahwa bahasa siulan ini memiliki struktur linguistik yang kompleks, di mana otak penuturnya memproses bunyi siulan tersebut persis seperti saat memahami bahasa lisan.
Keberadaan Silbo Gomero sempat terancam punah seiring maraknya telepon seluler dan teknologi komunikasi modern yang membuat generasi muda enggan mempelajarinya. Guna menyelamatkan kebudayaan berharga ini, pemerintah daerah mengambil tindakan tegas dengan memasukkan Silbo Gomero ke dalam kurikulum wajib di sekolah-sekolah sejak tahun 1999. Berkat kebijakan tersebut, anak-anak di La Gomera kini diajarkan bersiul sejak usia dini.
Dilansir dari detikInet, keunikan dan nilai historis yang tinggi membawa Silbo Gomero resmi diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia pada tahun 2009. Pengakuan internasional ini sekaligus membuktikan adaptabilitas luar biasa manusia dalam memanfaatkan fenomena linguistik untuk mengatasi tantangan alam di lingkungan tempat mereka tinggal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....