Menyingkap Kesakralan Arca Bhatari Mandul

  • 14 Sep 2026 08:07 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID., Denpasar - Dilansir dari berbagai sumber, Arca Bhatari Mandul atau yang sering pula disebut sebagai Arca Batara Mandul merupakan salah satu arca purbakala peninggalan masa Bali Kuno yang hingga kini sangat disakralkan oleh masyarakat lokal. Sebagai salah satu cagar budaya peninggalan era klasik, arca perwujudan asli ini tersimpan dengan aman di kompleks Pura Pucak Penulisan. Tempat suci ini merupakan sebuah pura kuno penuh sejarah yang berdiri kokoh di daerah dataran tinggi Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Secara historis, Pura Pucak Penulisan telah dikenal luas oleh para peneliti sebagai salah satu pusat keagamaan regional yang sangat penting sejak zaman kerajaan Bali Kuno. Keberadaan Arca Bhatari Mandul di tempat tersebut menjadi bukti autentik mengenai tingginya peradaban spiritual serta kemajuan seni pahat batu masyarakat Bali pada masa lampau. Karena letaknya yang berada di area utama pura yang disakralkan, arca asli ini tidak sembarangan dipindahkan demi menjaga nilai religius dan kesuciannya.

Meskipun objek aslinya berada di tempat sakral di dataran tinggi Bangli, masyarakat luas dan wisatawan masih dapat melihat bentuk fisik dari warisan budaya ini. Pihak berwenang telah membuat replika resmi dari Arca Bhatari Mandul yang kini dipamerkan dan disimpan di Museum Gedung Arca, Gianyar, Bali. Kehadiran replika di museum tersebut sengaja ditujukan sebagai sarana edukasi publik serta upaya pelestarian benda cagar budaya agar dapat dipelajari oleh generasi muda tanpa mengganggu objek aslinya.

Secara filosofis, penggunaan kata Bhatari atau Batari dalam penamaan objek purbakala ini merujuk langsung pada sosok kedewataan atau figur wanita yang sangat dihormati dalam tradisi spiritual Nusantara kuno. Para ahli arkeologi mengategorikan peninggalan berharga ini sebagai arca perwujudan. Istilah tersebut disematkan karena patung ini dipahat secara khusus sebagai simbol penghormatan kepada tokoh suci, leluhur, ataupun raja yang telah tiada dan diyakini telah menyatu kembali dengan dewa-dewi.

Melalui keberadaan objek aslinya di Pura Pucak Penulisan serta replikanya di Museum Gedung Arca, sinergi antara fungsi religi dan fungsi edukasi sejarah di Bali dapat berjalan beriringan. Penjagaan terhadap Arca Bhatari Mandul membuktikan bahwa Bali tidak hanya merawat keindahan alamnya, melainkan juga berkomitmen penuh untuk terus menghormati identitas leluhur mereka. Cagar budaya ini diprediksi akan terus menjadi objek penelitian yang kaya akan nilai historis bagi para akademisi di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....