Menyusuri Jejak Bali Purba secara Interaktif di Museum Arkeologi Gedong Arca

  • 14 Sep 2026 08:19 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Wisatawan kini dapat menikmati panduan belajar sejarah Bali purba secara interaktif di Museum Arkeologi Gedong Arca, Kabupaten Gianyar. Destinasi wisata edukasi unggulan ini memamerkan ribuan koleksi purbakala penting peninggalan masa prasejarah hingga masa sejarah Bali. Dilansir dari berbagai sumber, salah satu daya tarik utama yang paling memikat perhatian pengunjung adalah kehadiran replika resmi Arca Bhatari Mandul, sebuah benda cagar budaya yang bernilai sejarah tinggi dan mencerminkan kemajuan seni pahat masa lampau.

Kegiatan penelusuran sejarah purbakala yang edukatif ini berlokasi di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Letak museum cagar budaya ini dinilai sangat strategis oleh para wisatawan karena berada tepat di pinggir jalur utama yang menghubungkan wilayah Bedulu menuju Tampaksiring. Posisi yang menguntungkan tersebut mempermudah aksesibilitas bagi para pengunjung, baik yang datang dari arah pusat pariwisata Ubud maupun dari arah bandara internasional.

Bagi masyarakat yang tertarik berkunjung, pelayanan kunjungan dibuka setiap hari Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WITA. Sementara itu, pada hari Sabtu dan Minggu, museum lapangan ini sengaja ditutup untuk operasional reguler komersial. Ketetapan waktu operasional tersebut diterapkan secara disiplin oleh pihak pengelola agar proses perawatan terhadap ribuan benda purbakala koleksi museum tetap berjalan optimal di luar hari kunjungan kerja.

Museum ini secara konsisten menyediakan panduan khusus yang dirancang guna mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga warisan leluhur Bali Kuno. Catatan sejarah menunjukkan bahwa tempat ini dirintis pada akhir 1950-an dengan misi mulia untuk mencegah hilangnya artefak prasejarah berharga ke luar negeri. Melalui panduan wisata budaya yang komprehensif, masyarakat luas diharapkan dapat semakin menghargai identitas serta akar budaya asli dari daerah Bali purba.

Cara berkunjung ke destinasi edukasi ini tergolong sangat mudah karena tiket masuknya bersifat gratis atau menggunakan sistem donasi sukarela. Meski demikian, pengunjung diwajibkan untuk berpakaian sopan saat menyusuri kompleks luar ruangan museum yang memiliki struktur arsitektur pura tiga halaman (Tri Mandala). Wisatawan juga sangat disarankan untuk meminta bantuan dari staf pemandu lokal agar bisa memperoleh penjelasan mendalam terkait filosofi sejarah, mulai dari sarkofagus hingga fungsi arca kedewataan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....