Mengapa Tepung Tawar Hampir Selalu Hadir dalam Upacara Bali?

  • 11 Sep 2026 14:28 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Dalam setiap penyelenggaraan upacara yadnya di Bali, baik skala kecil maupun besar, keberadaan tepung tawar hampir tidak pernah terlewatkan. Sarana yang selalu hadir dalam wadah penyeneng maupun prosesi pengeresikan ini memiliki kedudukan mendasar sebagai media penyucian spiritual dan fisik.

Dalam acara Rahajeng Bali pada Selasa, 8 September 2026 bersama Penyuluh Agama Hindu Ahli Madya Kanwil Kementerian Agama ( Kemenag) Kabupaten Badung, Nengah Rasmiyati, mengungkapkan sejumlah alasan mendasar mengapa tepung tawar menjadi elemen yang hampir selalu hadir dalam tradisi Bali:

  • Simbolisme Kekuatan Tri Murti : Perpaduan daun dadap, kunyit, dan tepung beras mencerminkan simbolisme tiga kekuatan utama (Brahma, Vishnu, dan Siwa). Penggunaannya menjadi media memohon anugerah kesucian dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
  • Penetralisir Kotoran dan Penderitaan : Sesuai konsep Patram Saucam, tepung tawar difungsikan untuk memunahkan letah (kotoran), sebal, serta lara roge (penyakit/penderitaan), baik yang berada di dalam diri manusia (sarira) maupun alam semesta.
  • Elemen Kunci Ritual Pembersihan: Kehadiran tepung tawar menjadi syarat utama dalam rangkaian prosesi penyucian awal, seperti pebiokaonan, durmengalo, prayasita, hingga upacara Otonan, Melaspas, dan Ngodalin.
  • Menyucikan Sarana, Bukan Tuhan: Tepung tawar difungsikan khusus untuk menyucikan diri umat, sarana banten, dan tempat ibadah (perlinggih), sebab Sang Hyang Widhi Wasa telah meraga suci secara mutlak.
  • Sinergi Sastra Suci dan Sisi Ilmiah: Kehadirannya dipijak oleh kitab Sarasamuscaya sloka 265, Buana Kosa, serta Taru Pramana. Secara rasional, bahan seperti kunyit kaya akan kebaikan antiseptik alami, sementara beras melambangkan inti saripati energi kehidupan.

Dengan memahami tatwa dan makna di balik ramuan tepung tawar, masyarakat diajak untuk beragama secara utuh, tidak sekadar menjalankan tradisi secara formalitas, melainkan menghayatinya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....