Patram Sauca, ketika Dedaunan Menjadi Sarana Penyucian

  • 11 Sep 2026 14:21 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Dalam kehidupan dan ritual masyarakat Hindu di Bali, hubungan antara manusia, agama, dan alam terjalin sangat erat. Salah satu konsep kearifan lokal yang berakar kuat dalam ajaran sastra suci adalah Patram Sauca, yakni tradisi dan metode pembersihan spiritual maupun fisik dengan memanfaatkan media dedaunan.

Dalam acara Rahajeng Bali pada Selasa, 8 September 2026 bersama Penyuluh Agama Hindu Ahli Madya Kanwil Kementerian Agama ( Kemenag) Kabupaten Badung, Nengah Rasmiyati, menyebut bahwa Patram Sauca bukanlah tradisi yang dibuat-buat, melainkan memiliki landasan ilmiah dan sastra yang sangat jelas. Ajaran ini tersurat dalam kitab Bhagavad Gita melalui konsep Patram, Puspam, Palam, Toyam (daun, bunga, buah, dan air), serta dipertegas dalam pustaka Sarasamuscaya sloka 265 yang merinci berbagai cara penghilangan kotoran (daki atau leteh).

Dalam kitab Buana Kosa, Patram Sauca dikategorikan sebagai salah satu bentuk penyucian penting di samping Jala Sauca (pembersihan dengan air), Bhasma Sauca (dengan abu), dan Jnana Sauca (dengan ilmu pengetahuan). Penggunaan dedaunan seperti daun dadap dalam ramuan tepung tawar menunjukkan betapa ajaran leluhur mengintegrasikan pemanfaatan alam ke dalam tatanan ritual:

  • Sarana Fisik (Sekala): Dedaunan berfungsi sebagai media nyata untuk memercikkan air suci serta membersihkan lingkungan, sarana banten, hingga tempat ibadah (perlinggih).
  • Penyucian Spiritual (Niskala): Berdasarkan Taru Pramana, tumbuh-tumbuhan yang digunakan dalam ritual diyakini telah mendapatkan penyupatan dan anugerah (waranugraha) dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Sastra Manawadharmasastra mengajarkan bahwa badan dibersihkan dengan air, pikiran disucikan dengan kejujuran, dan roh (Atma) disucikan dengan ilmu pengetahuan (vidya). Dengan memahami tatwa atau makna di balik penggunaan dedaunan sebagai sarana upakara, umat tidak hanya sekadar menjalankan ritual secara simbolis, melainkan dapat beragama secara utuh, sadar, dan penuh rasa ikhlas demi menjaga keharmonisan alam semesta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....