Pura Dangka Tembau: Destinasi Edukasi Budaya Kuno di Denpasar Timur

  • 09 Sep 2026 14:55 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Dilansir dari berbagai sumber, Kota Denpasar kembali memperkaya peta pariwisata budayanya melalui keberadaan Pura Dangka yang terletak di kawasan Tembau. Pura keluarga (geniologis) ini kini mulai menarik perhatian para pelancong dan pencinta sejarah karena menyimpan deretan arca purbakala dan simbol keagamaan Hindu abad pertengahan yang sangat eksotis, menjadikannya destinasi ideal untuk wisata edukasi dan spiritual.

Bagi wisatawan yang tertarik menjelajahi situs ini, lokasinya tergolong sangat strategis dan mudah dicapai di Banjar Tembau Tengah, Desa Tembau, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Berada di sebelah barat jalan raya Tembau, pengunjung cukup berjalan kaki memasuki gang ke arah barat sejauh kurang lebih 50 meter. Berdiri di ketinggian 58 meter di atas permukaan laut, situs bersejarah ini berjarak hanya sekitar 300 meter ke arah selatan dari Situs Penatih.

Daya tarik utama bagi para pencinta wisata budaya terletak di area utama mandala, di mana berjejer enam buah Lingga kuno dan sebuah Yoni berbentuk segi empat dengan cerat memanjang. Wisatawan dapat mengagumi satu Lingga berukuran besar yang memiliki struktur utuh Tri-Bhaga (Siwabhaga, Wisnubhaga, dan Brahmabhaga) sebagai simbol pemujaan Trimurti. Keberadaan Lingga-Yoni ini menawarkan wawasan mendalam bagi pengunjung mengenai konsep kesuburan, keselamatan, dan keseimbangan alam yang dianut masyarakat Bali sejak masa lampau.

Tidak hanya itu, atmosfer magis pura ini semakin diperkuat dengan adanya koleksi Arca Durga, Arca Ganesa bertangan empat, Arca Cili, hingga Arca Nandi yang ikonik. Meski sebagian besar pahatan batu padas tersebut kini dalam kondisi aus, beberapa bagian patah, dan diselimuti jamur alami akibat pengaruh cuaca, guratan-guratan kuno pada Arca Ganesa yang sedang memegang mangkuk dengan belalainya justru memberikan kesan visual yang sangat autentik dan fotogenik bagi para fotografer sejarah.

Melalui pengembangan pariwisata budaya yang berbasis kelestarian adat, pihak pengempon pura menyambut hangat wisatawan luar yang ingin belajar sejarah dengan tetap mengutamakan etika kesucian tempat ibadah. Pengunjung yang datang diwajibkan menjaga sopan santun dan mengenakan kain adat Bali saat mengagumi keindahan Muka Kala serta komponen batu padas kuno di sini, sehingga kunjungan ke Pura Dangka tidak hanya menjadi sekadar rekreasi, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh makna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....