Tips Penting sebelum Berkunjung ke Pura Penataran Agung Penatih

  • 09 Sep 2026 14:56 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pura Penataran Agung Penatih di Kecamatan Denpasar Timur kini semakin diminati sebagai salah satu destinasi pariwisata budaya tersembunyi yang menyimpan berbagai peninggalan arkeologi berharga. Dilansir dari berbagai sumber, guna memastikan kenyamanan pelancong sekaligus menjaga kelestarian situs purbakala tersebut, pihak pengelola bersama pelaku sadar wisata menerbitkan sejumlah panduan dan tips penting bagi wisatawan yang berencana datang berkunjung.

Hal utama yang wajib diperhatikan oleh para pelancong adalah mengenai tata tertib berpakaian adat dan menjaga kesucian pura yang tergolong sebagai Pura Kahyangan Jagat ini. Wisatawan diharuskan mengenakan pakaian yang sopan, menggunakan kain sarung tradisional Bali (kamen), serta mengikatkan selendang di pinggang sebelum memasuki areal pura. Selain itu, sesuai adat dresta setempat, wisatawan wanita yang sedang dalam masa menstruasi atau pengunjung yang tengah berkabung dilarang keras untuk memasuki kawasan suci demi menjaga kemurnian tempat ibadah.

Saat berada di dalam area utama mandala, pengunjung diimbau untuk selalu menghormati keberadaan benda-benda purbakala seperti komponen tiga menara sudut dan dua Arca Tantra kuno yang kondisinya sudah mulai aus. Wisatawan dilarang keras menyentuh secara kasar, menduduki, atau memanjat balok-balok batu padas bersejarah tersebut demi mencegah kerusakan fisik yang lebih parah. Selama proses dokumentasi, pengambilan foto atau video juga harus dilakukan dari jarak aman tanpa mengganggu kekhusyukan umat yang sedang melaksanakan persembahyangan.

Untuk mendapatkan pengalaman visual yang maksimal, wisatawan disarankan datang pada pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 Wita atau sore hari menjelang matahari terbenam. Pada waktu-waktu tersebut, intensitas cahaya matahari sangat mendukung untuk menangkap detail guratan eksotis, lumut, dan jamur alami yang tumbuh di permukaan arca batu padas tanpa perlu khawatir dengan cuaca yang terlalu terik di halaman terbuka pura.

Terakhir, mengingat lokasi pura yang strategis namun berada tepat di pinggir jalan raya Penatih yang cukup padat, wisatawan disarankan menggunakan kendaraan roda dua guna mempermudah akses parkir. Melalui penerapan tips dan etika berkunjung ini, diharapkan arus pariwisata budaya di Desa Pakraman Penatih dapat berjalan beriringan dengan upaya konservasi peninggalan sejarah kuno Bali agar tetap lestari hingga masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....