Karya Atiwa-Tiwa Desa Adat Kesiman Diikuti Ratusan Krama
- 04 Sep 2026 17:28 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Ratusan krama mengikuti rangkaian Karya Atiwa-Tiwa atau Ngaben Massal yang digelar Desa Adat Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, hadir langsung pada puncak upacara yang berlangsung di Setra Desa Adat Kesiman, Kamis 03 September 2026.
Karya tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian adat dan tradisi Bali, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian Desa Adat Kesiman dalam membantu meringankan beban krama yang melaksanakan upacara Pitra Yadnya secara kolektif. Jaya Negara mengapresiasi konsistensi Desa Adat Kesiman yang melaksanakan Karya Atiwa-Tiwa secara bersama-sama dan rutin setiap lima tahun.
“Pelaksanaan Karya Atiwa-Tiwa ini merupakan bentuk tanggung jawab desa adat dalam membantu dan meringankan beban krama. Terlebih, upacara ini rutin dilaksanakan setiap lima tahun sekali, sehingga diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kebermanfaatan bagi krama dalam melaksanakan upacara,” ujar Jaya Negara.
Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara bersama sejumlah tamu undangan mengikuti prosesi upacara yang kemudian diakhiri dengan penyerahan punia. Jro Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna, menyampaikan Karya Atiwa-Tiwa tahun ini diikuti ratusan peserta dalam sejumlah rangkaian upacara.
Untuk prosesi ngaben, tercatat sebanyak 34 sawa, 127 ngelangkir, dan 22 ngelungah. Sementara itu, prosesi Atma Wedana Maligia Punggel diikuti 297 sawa. Rangkaian karya juga dirangkaikan dengan upacara metatah yang diikuti 332 peserta.
“Rangkaian acara diawali dengan prosesi ngaben pada 3 September, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian Atma Wedana yang dimulai pada 6 September,” jelas I Ketut Wisna.
Ia mengatakan, rangkaian upacara selanjutnya adalah prosesi Mesasab di Segara Padang Galak yang akan dilaksanakan secara kolektif dengan melibatkan 508 peserta. Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian upacara sebelum memasuki puncak Atma Wedana Maligia Punggel yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2026.
“Seluruh rangkaian Karya Atiwa-Tiwa ini diharapkan dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Pihak panitia bersama prajuru Desa Adat Kesiman juga berharap pelaksanaan karya dapat berjalan labda karya serta memberikan kerahayuan bagi seluruh krama dan umat yang terlibat,” ujar Wisna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....