Mengulik Ajaran Tat Twam Asi untuk Mencegah Konflik Sosial

  • 05 Sep 2026 07:01 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Kitab Sarasamuscaya, menjadi pegangan penting bagi umat Hindu dalam mengendalikan diri, guna mencegah terjadinya konflik sosial. Menyoroti pentingnya nilai etika perilaku ini, Penyuluh Ahli Madya Agama Hindu Kementerian Agama ( Kemenag) Provinsi Bali, I Gusti Putu Suana,S.Ag.,M.Si.,menjelaskan bagaimana sastra Hindu memberikan landasan moral yang kuat.

Suana menjelaskan ajaran Tat Twam Asi mengajarkan bahwa menyakiti orang lain, sama artinya dengan menyakiti diri sendiri, sehingga setiap tindakan harus didasari oleh empati yang mendalam. "Kitab sastra bermutu tinggi ini berfokus pada pengendalian diri untuk mencegah konflik sosial, sebagaimana tersurat dalam Sarasamuscaya Sloka 317”, ujar Suana ketika berbincang dalam acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar

Suana menambahkan penerapan ajaran tersebut, menuntut setiap individu untuk senantiasa mawas diri atas setiap ucapan, pikiran, dan perbuatan. Dalam konteks sosial, hal ini menjadi kendali, agar hubungan antar sesama manusia tetap terjaga, dalam bingkai kedamaian dan rasa saling menghargai.

Lebih lanjut, Suana memaparkan bahwa konsep ini tidak hanya berlaku untuk hubungan antarmanusia, tetapi juga mencakup cakupan yang lebih luas dalam bersikap. "Apa yang tidak menyenangkan bagi dirimu sendiri, janganlah pernah kamu lakukan kepada orang lain. Sastra ini menegaskan bahwa menyakiti orang lain sama saja dengan menyakiti diri sendiri” ungkap Suana.

Suana menegaskan selain etika, ajaran Hindu juga menekankan pentingnya pengakuan atas kesetaraan atman pada setiap makhluk, melalui Bhagawadgita V.18. Pandangan ini menjadi landasan filosofis, agar umat beragama dapat bersikap welas asih, tanpa melakukan diskriminasi terhadap siapapun.

Dengan menginternalisasi nilai-nilai sastra tersebut, masyarakat diharapkan mampu menghadapi tantangan sosial dengan kepala dingin. Kedewasaan dalam bersikap inilah, yang pada akhirnya akan menjaga kestabilan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....