Pelebon Ida Nabe Sire Empu Pande Aji Digelar Sakral
- 21 Agt 2026 10:06 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Prosesi Pelebon Ida Nabe Sire Empu Pande Aji ring Griya Suci Tatasan Denpasar akan digelar dengan rangkaian upacara yang sarat makna dan bersifat sakral. Sekretaris 2 Panitia Pelebon, Dr. Drs. I Made Darmada, M.Pd., mengatakan persiapan telah dilakukan secara detail dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat adat.
Rangkaian upacara diawali dengan prosesi pakeling, netegin, ngening sebagai tahapan penyucian sebelum pelaksanaan prosesi utama. Kegiatan tersebut melibatkan keluarga Dewa Hyang, Keluarga Besar Dadia, Penataran, Kawitan Pande Urip Wesi se- Nusantara sane meguru Tunggal, Puri Satria Denpasar, pemerintah hingga masyarakat adat, kepala lingkungan dan kelian adat di sejumlah banjar sekitar kelurahan Tonja Denpasar.
“Untuk tahapan ngening dengan prosesi meledak dari Grya Suci Tatasan menuju Pura Taman Sari Denpasar diperkirakan sekitar 500 orang yang terlibat,” ujar I Made Darmada.
Kegiatan tersebut berlangsung sejak pagi hingga siang hari dengan sejumlah prosesi, termasuk tari-tarian dan ritualisasi lainnya. Keterlibatan masyarakat juga berasal dari berbagai wilayah di Bali, bahkan sejumlah semeton dari Sulawesi, Sumatera, dan Lombok diperkirakan turut hadir.
Menurut I Made Darmada, prosesi penyucian memiliki kekhususan karena dilaksanakan di tempat suci, yaitu Merajan Suci. Pelaksanaan tersebut berbeda dengan upacara serupa pada umumnya yang dilakukan di balai adat atau tempat lainnya.
“Prosesi ini sangat sakral dan jarang terjadi, karena penyucian orang suci dilakukan secara khusus di tempat suci,” katanya.
Sementara itu, pada prosesi Pelebon tanggal 25, pengusungan akan melibatkan sekitar 1.300 hingga 1.500 orang secara estafet. Para pengusung akan mengenakan busana berwarna merah dengan ikatan benang tukelan berwarna merah di kepala.
Rute prosesi akan menggunakan Jalan Ratna menuju kawasan Setra Bengkeneng dengan jarak tempuh sekitar 750 meter. Dalam perjalanan tersebut akan terdapat tiga titik untuk pelaksanaan prosesi prasawya sebelum rangkaian Pelebon dilanjutkan.
“Untuk pengusungan diperkirakan sekitar 1.300 sampai 1.500 orang secara estafet,” ucap I Made Darmada.
Panitia berharap masyarakat dapat memahami nilai sakral dari rangkaian Pelebon tersebut serta turut menjaga kelancaran seluruh prosesi. Kehadiran media juga diharapkan dapat menjadi bagian dari dokumentasi dan referensi mengenai salah satu tradisi keagamaan Hindu Bali yang memiliki kekhususan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....