Batur Taskara, Pengingat Setiap Perbuatan Punya Konsekuensi
- 10 Agt 2026 15:08 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Program siaran Obrolan Galang Kangin RRI Denpasar mengangkat tema Batur Taskara sebagai bahan pembelajaran tentang konsekuensi perbuatan manusia.
- Diskusi melibatkan Ajik Tibah dan Beli Kejoer yang membahas pentingnya memahami perilaku manusia dan tanggung jawab atas setiap tindakan.
- Batur Taskara dikaitkan dengan berbagai pengalaman kehidupan yang mengingatkan setiap individu bahwa perbuatan memiliki akibat yang harus dipertanggungjawabkan.
RRI.CO.ID, Denpasar – Program siaran Obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar mengangkat tema “Batur Taskara” melalui perbincangan Ajik Tibah dan Beli Kejoer, Senin, 10 Agustus 2026. Obrolan tersebut mengajak pendengar memahami perilaku manusia, konsekuensi perbuatan, serta pentingnya menyadari kesalahan dalam menjalani kehidupan.
Dalam perbincangan, Batur Taskara dikaitkan dengan berbagai pengalaman kehidupan yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi manusia. “Batur Taskara ini mengingatkan kita bahwa setiap perbuatan tentu memiliki akibat yang harus kita pertanggungjawabkan,” ujar Ajik Tibah.
Pembahasan juga menyinggung perilaku buruk seperti mengambil milik orang lain serta tindakan yang dapat merugikan sesama. Menurut Beli Kejoer, kesalahan yang dilakukan seseorang tidak semestinya hanya dilihat dari hukuman, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menyadari dan memperbaiki diri.
Perbincangan tersebut kemudian mengaitkan perbuatan manusia dengan konsep dosa, karma, dan akibat yang diterima dalam kehidupan. “Tuhan tidak pernah menghukum kita secara sembarangan, tetapi setiap perbuatan memiliki jalan dan akibatnya masing-masing,” kata Beli Kejoer.
Ajik Tibah menambahkan, manusia perlu berhati-hati dalam bertindak karena kehidupan memberikan pelajaran dari setiap pengalaman yang dijalani. “Kalau kita sudah menyadari kesalahan, yang terpenting adalah berusaha berubah dan kembali melakukan perbuatan yang baik,” jelasnya.
Melalui tema Batur Taskara, Obrolan Galang Kangin mengajak pendengar untuk tidak hanya melihat kesalahan sebagai sesuatu yang harus disesali, tetapi menjadikannya sebagai bahan introspeksi. Kesadaran terhadap perbuatan, kemauan memperbaiki diri, serta menjalankan kehidupan dengan perilaku baik diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih harmonis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....