Nasionalisme Tak Cukup dengan Kibarkan Merah Putih

  • 06 Agt 2026 11:47 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Nasionalisme harus terus ditanamkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
  • Bulan Kemerdekaan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kecintaan terhadap bangsa melalui penghayatan makna Bendera Merah Putih dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Warna merah pada bendera melambangkan keberanian dan semangat juang, sedangkan warna putih melambangkan kesucian yang menjadi dasar dalam membela kebenaran.

RRI.CO.ID, Denpasar – Rasa nasionalisme harus terus ditanamkan kepada seluruh masyarakat, terutama generasi muda, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Momentum Bulan Kemerdekaan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kecintaan terhadap bangsa melalui penghayatan makna Bendera Merah Putih dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar, Kamis, 6 Agustus 2026, bersama Ajik Tibah dan Beli Kejoer dijelaskan bahwa warna merah dan putih pada bendera Indonesia memiliki makna yang mendalam. "Merah melambangkan keberanian dan semangat juang, sedangkan putih melambangkan kesucian yang menjadi dasar dalam membela kebenaran," ujar Tibah.

Sementara Kejoer mengatakan, semangat nasionalisme tidak hanya diwujudkan dengan memasang Bendera Merah Putih selama bulan Agustus, tetapi juga melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan kecintaan kepada tanah air. "Nasionalisme harus ditanamkan dalam hati, bukan sekadar memasang bendera, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata," katanya.

Ia mengatakan perjuangan pada masa kini tidak lagi identik dengan mengangkat senjata seperti yang dilakukan para pahlawan pada masa penjajahan. Bentuk perjuangan generasi sekarang adalah melawan kebodohan, kemiskinan, serta berbagai tantangan yang dapat menghambat kemajuan bangsa.

Tibah kembali menambahkan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berjuang sesuai profesi masing-masing. "Apa pun profesinya, semua bisa menjadi pejuang dengan memberikan karya dan pengabdian terbaik bagi bangsa," jelasnya.

Selain itu, perkembangan teknologi juga dinilai membawa tantangan baru yang harus disikapi secara bijaksana agar tidak menjadi bentuk penjajahan modern. Masyarakat diingatkan untuk memanfaatkan teknologi secara produktif serta tidak terjebak pada perilaku konsumtif yang dapat melemahkan kemandirian bangsa.

Di akhir perbincangan, masyarakat diajak memaknai Hari Kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas diri, dan terus menjaga semangat kebangsaan. "Mari isi kemerdekaan dengan belajar, bekerja, berkarya, dan menjaga persatuan agar Indonesia semakin maju," ucap Kejoer.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....