Maraknya Konflik Sosial Menandakan Degrasidasi Moral di Zaman Kaliyuga
- 06 Agt 2026 08:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama ( Kemenag) Kota Denpasar, Dr. I Nyoman Arya, S.Ag., M.Pd.H., menyoroti fenomena maraknya konflik sosial warga di Bali. Ia mengungkapkan maraknya peristiwa perselisihan dan kekerasan tersebut, dinilai sebagai cerminan nyata dari degrasidasi moral masyarakat, yang tengah memasuki siklus jaman Kaliyuga atau Alikan Gumi.
Nyoman Arya menambahkan konflik antarindividu hingga pengeroyokan, yang belakangan sering viral di media social, kerap dipicu oleh persoalan yang sejatinya sangat sepele. Pergeseran norma susila serta menipisnya rasa saling menghormati, menunjukkan bahwa moralitas manusia saat ini, sedang berada pada titik terendah jika dibandingkan dengan era-era sebelumnya.
Nyoman Arya memaparkan pandangannya terkait penurunan nilai kebaikan menurut konsep ajaran Catur Yuga. "Dalam ajaran Hindu, jaman Kaliyuga digambarkan sebagai jaman kegelapan, dalam hal ini moralitas manusia hanya tersisa satu kaki atau seperempat bagian, dibandingkan dengan jaman Satyayuga," ujar Nyoman Arya ketika berbincang dalam program Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar.
Nyoman Arya mengungkapkan penurunan kualitas spiritual tersebut, berpotensi merusak citra harmoni Bali, yang selama ini dikenal sangat kental dengan kedamaian dan kebersamaan. Keretakan sosial bahkan sudah merambah ke lingkungan adat, yang seharusnya menjadi wadah musyawarah dan tempat penyelesaian masalah secara kekeluargaan.
Erosi nilai-nilai kehidupan ini juga memicu terjadinya disrupsi sosial, dalam hal ini rasa hormat terhadap orang tua maupun pendidik semakin memudar. Fenomena generasi muda yang berani membantah orang tua serta siswa yang melawan gurunya, menjadi pertanda makin terkikisnya etika dasar di tengah masyarakat.
Nyoman Arya menegaskan untuk menghadapi gejolak dan ancaman degrasidasi moral di jaman kegelapan ini, masyarakat diimbau untuk kembali mendalami dan memegang teguh petunjuk Sastra Agama. "Sebagaimana tertera dalam Lontar Roga Sanghara Bhumi, ketika terjadi kekacauan alam dan moralitas atau pralaya, maka tempat berlari terbaik bagi umat adalah kembali pada Sastra Agama," ucap Nyoman Arya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....