Jero Dalang Diah, Pelopor yang Merevolusi Seni Lukis Wayang Kaca
- 05 Agt 2026 21:41 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar-Seni rupa dan pedalangan Bali tidak hanya ditekuni oleh kaum laki-laki saja. Namun seni rupa dan pedalangan Bali ini juga ditekuni oleh kaum perempuannya. Dilansir dari berbgai sumber, Seni rupa dan pedalangan Bali menempatkan sosok perempuan Jero Dalang Diah alias Ketut Negara pada posisi ini. Lahir pada tahun 1909 di Desa Nagasepaha, Buleleng, maestro multitalenta ini tidak hanya dihormati sebagai seorang dalang dan pemahat wayang kulit sakral yang andal. Sejarah juga mencatatnya sebagai pelopor seni lukis wayang kaca khas Bali Utara. Inovasi rupa ini ia rintis sejak tahun 1927 dan kini menjadi identitas budaya yang sangat melekat kuat di wilayah tersebut.
Sebelum menemukan teknik seni lukis kaca, Jero Dalang Diah menjalani hari-harinya sebagai dalang yang lihai membentuk karakter wayangnya sendiri. Kreativitas sang maestro bermula ketika seorang warga bernama I Ketut Nitia membawa sebuah lukisan media kaca buatan Jepang yang menggambarkan figur perempuan berkimono. Ditantang untuk membuat karya serupa dengan objek tokoh pewayangan Bali, Jero Dalang Diah nekat mengikis cat di belakang lukisan impor tersebut untuk membedah dan mempelajari rahasia teknik pembuatannya.
Proses eksperimen tersebut tidak berjalan mudah mengingat melukis di atas kaca memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Sang maestro harus melakukan teknik pewarnaan secara terbalik, yaitu melukis detail terkecil terlebih dahulu dari bagian belakang kaca sebelum ditutup dengan warna latar. Lewat ketekunannya, Jero Dalang Diah berhasil meracik formula tinta cina dan jenis pewarna yang tepat agar gambar dapat melekat kuat, tahan lama dan tidak mudah mengelupas.
Sebagai seorang dalang, goresan sketsa awal yang diaplikasikan Jero Dalang Diah di atas permukaan kaca sangat didominasi oleh tokoh-tokoh ikonik dari lakon Wayang Parwa. Garis kontur dilukis dengan tegas, kemudian dilanjutkan dengan teknik pemberian motif hiasan pakaian wayang yang rumit sebelum akhirnya dilapisi warna penutup. Ciri visual lukisan kaca Nagasepaha ini memiliki keunikan tersendiri karena menyerap seni rupa lokal Buleleng yang cenderung tampil lebih dinamis, tegas dan ekspresif jika dibandingkan dengan gaya klasik Bali Selatan.
Keahlian langka yang diciptakan oleh Jero Dalang Diah hampir satu abad lalu kini telah tumbuh menjadi warisan seni lintas generasi yang subur. Kemahiran melukis terbalik ini terus ditularkan kepada keluarga serta para tetangganya sehingga berhasil mengubah Desa Nagasepaha menjadi pusat industri kreatif lukis kaca yang tersohor di Bali. Saat ini, tradisi adiluhung ini tercatat telah bertahan hingga empat generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....