Kiprah Maestro dan Tokoh Legendaris Seni Pedalangan Bali
- 05 Agt 2026 21:37 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Seni pedalangan di Bali terus eksis sebagai pilar budaya yang kokoh berkat dedikasi para seniman lintas generasi. Keberadaan mereka bukan sekadar penghibur panggung malam, melainkan juga penjaga moral dan budayawan yang merawat nilai spiritual masyarakat. Regenerasi yang berjalan harmonis membuat kesenian adiluhung ini tetap adaptif menghadapi tantangan zaman.
Eksistensi seni ini tidak lepas dari kontribusi para maestro dan tokoh legendaris seni pedalangan yang meletakkan fondasi kuat. Dilansir dari berbagai sumber. Ada beberapa nama maestro dan tokoh legendaris seni pewayangan ini. Nama-nama besar ini, seperti I Wayan Wija asal Sukawati yang sukses menciptakan Wayang Tantri bertema fabel pada 1981, sementara I Made Sidja asal Bona membawa wayang Bali ke kancah internasional. Sejarah juga mencatat Ni Wayan Nodri sebagai dalang perempuan pertama, berdampingan dengan Jero Dalang Diah dari Buleleng yang mempelopori seni lukis wayang kaca khas Bali Utara.
Memasuki era modern, seni pedalangan Bali bertransformasi tanpa kehilangan jati dirinya lewat inovasi para dalang populer. I Wayan Nardayana atau Dalang Cenk Blonk menjadi figur fenomenal yang memikat generasi muda melalui humor segar, tata lampu modern, dan kritik sosial yang relevan. Di jalur akademis, I Made Sidia meneruskan warisan leluhurnya dengan menciptakan pertunjukan wayang kontemporer berskala besar yang memukau penonton global.
Pada ranah ritual dan pelestarian pakem, Bali beruntung memiliki jajaran dalang ritual dan akademisi yang menjaga kesakralan seni ini. Figur seperti Dr. I Ketut Kodi aktif mendalami riset pedalangan sekaligus menjadi pembuat topeng di ISI Bali. Di sisi lain, Ida Nyoman Sugata dari Karangasem setia mendedikasikan hidupnya untuk pementasan Wayang Parwa dan Sudhamala demi keperluan upacara sakral (ngayah) di pura-pura.
Sinergi antara tradisi sakral, inovasi modern, dan kajian akademis ini menjadi kunci utama seni pedalangan Bali tidak pernah ditinggalkan penggemarnya. Lewat harmoni lintas generasi tersebut, wayang Bali berhasil membuktikan diri sebagai media edukasi publik yang efektif. Seni ini terus hidup di hati masyarakat, menjadi cermin sosial, sekaligus pengingat nilai kemanusiaan yang abadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....