Ramuan Minyak Cukli Warisan Usada Bali yang Terus Dilestarikan sejak 2015

  • 04 Agt 2026 07:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Ramuan minyak Cukli menjadi salah satu produk pengobatan tradisional yang terus dilestarikan dalam praktik Usada Bali. Sejak tahun 2015, Jro Mangku Gde Sukita menekuni pengolahan minyak herbal Cukli sebagai bagian dari upaya menjaga warisan pengobatan tradisional Bali.

Menurut Jro Mangku Gde Sukita, minyak Cukli diracik berdasarkan pengetahuan Usada Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Produk tersebut telah dikenal oleh masyarakat dan dipercaya sebagai salah satu sarana pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan, termasuk penyakit yang dalam kepercayaan Usada Bali diyakini berasal dari cetik.

"Bahan utama ramuan ini berasal dari kerang Cukli (Nautilus),"ucapnya. Menurut informasi yang disampaikan, kerang tersebut ditemukan di kawasan perairan Selat Bali, mulai dari wilayah Segare Sumber Klampok hingga Gilimanuk. Disebutkan pula bahwa berdasarkan keterangan yang dirujuk dari para ilmuwan, habitat kerang Cukli berada di kedalaman sekitar 1.000 meter di bawah permukaan laut.

Keunikan minyak Cukli juga terletak pada perpaduan bahan-bahan alami yang digunakan dalam proses pembuatannya. Selain daging kerang Cukli, ramuan ini memanfaatkan sebelas jenis kelapa (nyuh) sebagai bahan campuran, yakni Nyuh Rangda, Nyuh Baingin, Nyuh Bluluk, Nyuh Sudhamala, Nyuh Udang, Nyuh Bojog, Nyuh Mulung, Nyuh Macan, Nyuh Kalis, Nyuh Surya, dan Nyuh Mata Tiga. Masing-masing jenis kelapa dipercaya memiliki karakteristik tersendiri yang melengkapi proses peracikan sesuai tradisi Usada Bali.

Jro Mangku Gde Sukita menjelaskan bahwa seluruh proses pembuatan minyak dilakukan dengan mengacu pada tata cara pengolahan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Baginya, pelestarian ramuan minyak Cukli bukan hanya mempertahankan sebuah produk herbal, tetapi juga menjaga nilai budaya, pengetahuan lokal, dan kearifan leluhur Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....