Dipaksa Orang Tua, Wijasa Dikenal sebagai Raja Buduh
- 28 Jul 2026 12:41 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Gianyar – Kecintaan Wayan Wijasa (56) terhadap dunia seni ternyata tidak tumbuh sejak awal. Ia mengaku mulai berkesenian justru karena dorongan dari orang tuanya. Ia menceritakan, pengalaman pertamanya terjadi saat pementasan Drama Gong di Desa Padpadan, Kabupaten Gianyar. Ketika itu, ia ditunjuk untuk memerankan tokoh Raja Buduh, meski awalnya belum memiliki kepercayaan diri untuk tampil di atas panggung.
"Saya sebenarnya berkesenian karena dipaksa orang tua. Waktu ada pementasan Drama Gong di Desa saya sendiri yaitu banjar Padpadan, Gianyar. Saya ditunjuk memerankan Raja Buduh. Karena mendapat sambutan hangat dari penonton, saya kemudian sering dipercaya memerankan tokoh tersebut dalam berbagai pementasan di Desa. Dari peran itulah saya mulai dikenal masyarakat hingga sekarang," ujarnya.
Ia mengatakan, memerankan tokoh Raja Buduh bukanlah hal yang mudah. Karakter ini merupakan putra raja yang mengalami gangguan kejiwaan, namun memiliki sifat licik, mudah dipengaruhi, dan sering menjadi sasaran tipu daya. Karena itu, pemain harus mampu menampilkan ekspresi, gerak, intonasi, serta improvisasi yang kuat agar tokoh tersebut terlihat hidup dan menghibur penonton..
"Tokoh Raja Buduh itu tidak mudah diperankan. Karakternya seorang putra raja yang gila, tetapi juga licik, gampang dibodohi. Dan ini membutuhkan penjiwaan yang kuat, " sambungnya
Ia berharap generasi muda terus melestarikan Drama Gong sebagai salah satu warisan budaya Bali. Melalui kesenian drama gong tidak hanya melatih kemampuan berakting, tetapi juga tanggung jawab dalam menjaga tradisi agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....