Festival Seni Bali Jani Jadi Wadah Eksplorasi Kesenian Kontemporer
- 23 Jul 2026 08:30 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII yang berlangsung pada 11 hingga 25 Juli 2026 di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, mengusung tema "Kembara Suksma Atma". Festival ini menjadi wadah bagi seniman untuk menampilkan karya seni modern dan kontemporer melalui berbagai hasil eksplorasi, kolaborasi, dan kreativitas.
Seniman Bali, I Kadek Wahyudita, mengatakan Festival Seni Bali Jani sejak awal memang disiapkan sebagai ruang bagi seni modern, seni kontemporer, dan karya-karya hasil eksplorasi. Menurutnya, festival ini juga menjadi tempat bagi generasi muda untuk berekspresi dan menampilkan karya kreatif yang dimiliki.
"Festival Seni Bali Jani memang mewadahi seni-seni yang sifatnya modern, eksplorasi, kolaborasi, termasuk juga seni-seni kontemporer. Tentunya setiap tahun ini akan menjadi ruang bagi generasi untuk berekspresi, menampilkan berbagai khazanah kreasi yang mereka miliki," ujar I Kadek Wahyudita, kepada RRI.CO.ID, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menambahkan Festival Seni Bali Jani juga memiliki kekhususan dengan menjadikan seni sastra sebagai pijakan yang kemudian dikembangkan ke berbagai bentuk karya, seperti teater, musikalisasi puisi, musik kontemporer, tari modern, hingga karya seni lainnya.
Wahyudita mengatakan Festival Seni Bali Jani dan Pesta Kesenian Bali memiliki fokus yang berbeda. Jika Pesta Kesenian Bali menjadi wadah bagi kesenian tradisi dan klasik, Festival Seni Bali Jani memberi ruang bagi seni modern, kolaboratif, dan kontemporer. Menurutnya, keberadaan kedua festival tersebut saling melengkapi sehingga perkembangan seni tradisi dan seni modern di Bali dapat berjalan beriringan.
"Kalau Pesta Kesenian Bali adalah festival yang dikhususkan untuk kesenian-kesenian klasik, kesenian tradisi, dan kesenian langka yang hidup di dalam kebudayaan Bali. Sedangkan kesenian yang sifatnya modern, kolaboratif, dan kontemporer, ruangnya ada di Festival Seni Bali Jani," ujar I Kadek Wahyudita.
Meski demikian, ia mengatakan seni modern dan kontemporer masih belum sepopuler kesenian tradisi. Karena itu, menurutnya, ruang bagi seni modern perlu terus diperluas agar semakin dikenal dan dipahami masyarakat.
"Tantangan yang kita hadapi tentu popularitas seni modern itu tidak sepopuler kesenian-kesenian Bali yang tampil di Pesta Kesenian Bali. Nah ini juga menjadi tantangan kita ke depan bagaimana kesenian modern ini juga menjadi daya tawar di dalam aktivitas masyarakat Bali sehingga dia menjadi balance. Tentunya kesenian modern dan kontemporer ini memang harus diberikan banyak ruang sehingga benar-benar dipahami, dan karya-karya seni modern, seni kontemporer yang akan dilahirkan itu akan menjadi lebih berkualitas di masa mendatang," ujar I Kadek Wahyudita.
Ia berharap Festival Seni Bali Jani terus mendapat apresiasi dari masyarakat. Wahyudita juga mengajak generasi muda memanfaatkan festival ini untuk menampilkan karya-karya kreatif yang berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....