Bali Bersih Berawal dari Kepedulian, Bukan Sekadar Program

  • 23 Jul 2026 07:07 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Ida Ayu Rara Angga Diatmi mengajak masyarakat menjadikan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai agama Hindu.
  • Bali dihadapkan pada berbagai persoalan lingkungan seperti sampah, pencemaran, kemacetan, dan rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap kebersihan.
  • Kebersihan lingkungan adalah salah satu strategi penting untuk menjaga Bali tetap menjadi destinasi wisata dunia yang menarik bagi jutaan wisatawan.

RRI.CO.ID, Denpasar — Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ida Ayu Rara Angga Diatmi, mengajak seluruh masyarakat menjadikan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai agama Hindu sekaligus upaya menjaga Bali tetap menjadi destinasi wisata dunia. Ajakan tersebut disampaikan dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar bertajuk Bali Bersih, Peran Masyarakat Menjaga Pulau Dewata sebagai Destinasi Wisata Dunia, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurut Rara, Bali bukan hanya rumah bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya, tetapi juga wajah Indonesia di mata dunia karena jutaan wisatawan datang untuk menikmati keindahan alam, budaya, keramahan masyarakat, serta nilai-nilai spiritual yang dimiliki Pulau Dewata. Namun, di balik pesona tersebut, Bali masih menghadapi berbagai persoalan lingkungan seperti sampah, pencemaran, kemacetan, dan rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap kebersihan.

"Menjaga Bali bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua yang tinggal, bekerja, belajar, maupun berkunjung di Pulau Dewata," ujar Dayu Rara. Ia menjelaskan, dalam ajaran Hindu, menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari pelaksanaan Dharma yang sejalan dengan konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.

Menurutnya, sembahyang dan persembahan kepada Tuhan akan semakin bermakna apabila diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Ia pun mengutip ajaran dalam Bhagawad Gita yang menegaskan bahwa seluruh makhluk hidup bergantung pada alam sebagai sumber kehidupan sehingga manusia wajib menjaga keseimbangannya melalui perbuatan yang benar.

Kerusakan lingkungan misalnya kerusakan akibat sampah, pada akhirnya akan berdampak langsung terhadap kualitas hidup manusia, yang memerlukan solusi cepat. "Solusi persoalan sampah dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membawa botol minum sendiri, mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, tidak membakar sampah sembarangan, dan aktif bergotong royong membersihkan lingkungan," katanya.

Ia menambahkan, perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang. Semangat ngayah yang telah menjadi budaya masyarakat Bali dinilai perlu terus dihidupkan sebagai bentuk pengabdian dalam menjaga lingkungan.

Selain menjaga kebersihan fisik, masyarakat juga diajak menjaga citra Bali di ruang digital melalui penggunaan media sosial secara bijaksana. Masyarakat didorong menyebarkan informasi positif, mempromosikan budaya lokal, serta menghindari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya agar nama baik Bali tetap terjaga.

"Setiap masyarakat Bali sesungguhnya adalah duta pariwisata yang membawa citra Pulau Dewata di mata dunia melalui sikap, perilaku, dan kepeduliannya terhadap lingkungan," tegasnya. Rara juga mengingatkan pentingnya menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini kepada anak-anak, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air dan listrik, hingga menanam pohon di lingkungan sekitar, karena kebiasaan sederhana tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Bali.

Pada akhir siaran, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut, mengajak masyarakat selalu peduli untuk menjaga kelestarian alam Bali. "Keindahan Bali bukan hanya terletak pada alamnya, tetapi juga pada hati masyarakatnya, ketika kepedulian tumbuh dan diwujudkan dalam tindakan, Bali akan tetap menjadi pulau yang bersih, lestari, dan dicintai dunia," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....