Filosofi Teh Hijau Ajarkan Cara Bijak Menjalani Kehidupan

  • 21 Jul 2026 07:16 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Gusti Ayu Twin Jayantari menggunakan filosofi secangkir teh hijau sebagai metafora untuk mengajarkan masyarakat tentang kebijaksanaan hidup.
  • Kehidupan memiliki banyak warna dan manusia tidak seharusnya hanya mengejar kebahagiaan tanpa bersedia menerima kesedihan sebagai bagian dari proses pertumbuhan.
  • Pengalaman pahit dipandang sebagai proses pembentukan karakter yang membuat seseorang lebih kuat, bijaksana, dan semakin menghargai setiap anugerah kehidupan.

RRI.CO.ID, Denpasar – Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Gusti Ayu Twin Jayantari mengajak masyarakat memaknai kehidupan melalui filosofi secangkir teh hijau yang tidak selalu menghadirkan rasa manis, tetapi menyimpan ketenangan dan manfaat bagi siapa pun yang mampu menikmatinya dengan penuh kesadaran. Gagasan tersebut disampaikan dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar dengan tema Seteguk Teh Hijau, Seteguk Kebijaksanaan Hidup dalam Perspektif Hindu, Sabtu 18 Juli 2026.

Menurut Twin Jayantari, kehidupan memiliki banyak warna sehingga manusia tidak seharusnya hanya mengejar kebahagiaan tanpa bersedia menerima kesedihan. Ia menilai pengalaman pahit justru menjadi proses pembentukan karakter agar seseorang lebih kuat, lebih bijaksana, dan semakin menghargai setiap anugerah kehidupan.

"Tidak semua perjalanan harus berjalan sesuai rencana, dan tidak semua rasa pahit harus selalu dihindari," kata Twin Jayantari. Ia menambahkan, Justru karena ada rasa kecewa, kita belajar menghargai kebahagiaan, dan karena pernah kehilangan, kita belajar mensyukuri kehadiran orang-orang yang masih bersama kita hari ini.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut menjelaskan, filosofi tersebut selaras dengan ajaran Hindu yang mengenal konsep Rwa Bhineda, yakni keberadaan dua hal yang berbeda tetapi saling melengkapi dalam kehidupan. Kebahagiaan dan kesedihan, terang dan gelap, maupun untung dan rugi merupakan bagian dari dinamika hidup yang harus diterima dengan keseimbangan batin.

Twin mengatakan ajaran Hindu sejak lama mengajarkan manusia agar tidak mudah terombang-ambing oleh perubahan keadaan. Melalui ajaran dalam Bhagawad Gita, umat diingatkan bahwa suka dan duka datang silih berganti sehingga tidak ada kondisi yang berlangsung selamanya.

"Tekanan hidup dapat menjadi sarana pertumbuhan apabila disikapi dengan pikiran yang jernih," ungkapnya. Dijelaskan, bahwa sebaliknya, emosi yang tidak terkendali justru membuat seseorang kehilangan kemampuan melihat persoalan secara bijaksana.

Yang paling penting bukan hanya apa yang terjadi dalam hidup kita, tetapi bagaimana cara kita menyikapinya. Kita berhak berusaha sebaik-baiknya, tetapi tidak berhak memaksakan hasil sesuai keinginan kita.

Dalam pemaparannya, Twin mengaitkan filosofi teh hijau dengan ajaran karma dan pengendalian diri. Air panas diibaratkan sebagai berbagai ujian kehidupan, sedangkan kualitas daun teh melambangkan kualitas batin seseorang dalam menghadapi setiap pengalaman.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan agar tetap selaras melalui ajaran Tri Kaya Parisudha. "Pikiran yang bersih akan melahirkan ucapan yang lembut serta tindakan yang bijaksana sehingga tercipta kehidupan yang harmonis," tegasnya.

Twin mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan maupun kehilangan. Baginya, setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun menyakitkan, merupakan bagian dari proses pendewasaan yang mengantarkan manusia semakin dekat dengan nilai-nilai Dharma.

Mengakhiri siarannya, Twin berharap setiap pendengar mampu memandang kehidupan dengan cara yang lebih arif. "Hidup tidak harus selalu manis untuk menjadi bermakna, karena di balik setiap pengalaman selalu tersimpan pelajaran yang membentuk manusia menjadi pribadi yang lebih kuat, bijaksana, dan penuh rasa syukur," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....