Metode Mulat Sarira Efektif Kikis Ego dan Kekurangan Diri Umat Hindu
- 16 Jul 2026 07:05 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar- Metode introspeksi diri yang dikenal dengan istilah mulat sarira, menempati posisi yang sangat vital dalam ajaran Hindu, sebagai sarana utama untuk melihat dan memperbaiki segala kekurangan diri. Penyuluh Agama Ahli Madya Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Badung, Ni Nengah Rasmiati, S.Ag.,M.Pd.H., menjelaskan melalui momentum evaluasi diri yang dilakukan secara jujur setiap hari, umat Hindu dipastikan mampu mengenali letak kesalahan pribadinya, sebelum mereka tergesa-gesa menilai kelemahan orang lain.
Dalam perbincangan acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa,14 Juli 2026 Rasmiati mengungkapkan kesadaran untuk selalu mengoreksi motif internal ini, menjadi langkah awal yang sangat krusial dalam meredam gejolak egoisme, yang seringkali memicu keretakan sosial. Mengenai mekanisme teknis untuk mengikis noda spiritual tersebut, Rasmiati menyarankan kombinasi yang seimbang antara usaha mawas diri dengan aktivitas peribadatan yang tulus. "Di dalam ajaran agama Hindu, umat sangat dianjurkan untuk melakukan meditasi atau yoga semadi, guna menenangkan jiwa, memperbanyak aktivitas dharma, serta secara rutin memohon penyucian lahir dan batin ke hadapan Sang Pencipta," jelas Rasmiati.
Rasmiati menegaskan melalui aktivitas sembahyang yang khusyuk tersebut, motivasi seseorang untuk berbuat kebajikan diyakini akan semakin berlipat ganda, karena jiwa mereka telah terkoneksi dengan energi kedamaian universal. Selain itu, kebiasaan memaafkan kesalahan orang lain secara tulus, juga diakui menjadi metode pembersih hati yang paling sederhana, namun memiliki dampak perubahan yang luar biasa besar.
Upaya pembersihan batin ini pun seringkali disempurnakan, melalui ritual permohonan khusus dengan menggunakan sarana air suci, yang diyakini memiliki kekuatan pembersih secara sekala dan niskala. Menurut Rasmiati kehadiran ritual spiritual tersebut, berfungsi memperkuat komitmen mental umat, agar tidak lagi terjerumus ke dalam kubangan dosa, atau tindakan yang bertentangan dengan prinsip dharma.
Rasmiati menekankan pentingnya memprioritaskan kesucian Rohani, sebagai fondasi kebahagiaan yang hakiki, sebelum mengejar aspek duniawi lainnya. "Kita harus selalu mengingat sebuah kebenaran spiritual, bahwa kebersihan badan akan membuat hidup kita menjadi sehat, kebersihan pikiran melahirkan kedamaian jiwa, dan kebersihan hati inilah yang bertugas mendekatkan diri kita kepada Tuhan," ujar Rasmiati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....