Iyusan Kaliyuga, Pesan Bijak agar Tak Terjebak Kenikmatan Sesaat

  • 15 Jul 2026 11:53 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Program Obrolan Galang Kangin RRI Denpasar membahas tantangan era Kaliyuga dan pentingnya membangun kesadaran moral melalui pendidikan karakter sejak dini dalam keluarga.
  • Ajik Tibah menekankan bahwa kebiasaan baik perlu dibentuk dari usia dini agar anak-anak memiliki bekal menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompleks.
  • Beli Kejoer mengajak masyarakat untuk berani menyampaikan pendapat dengan santun sambil tetap menghargai pandangan orang lain, serta memperkuat disiplin dan tanggung jawab.
  • Masyarakat diajak menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan dan menghargai sumber daya alam untuk membangun kehidupan harmonis.

RRI.CO.ID, Denpasar — Program siaran Obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar, mengangkat tema "Iyusan Kaliyuga" bersama Ajik Tibah dan Beli Kejoer, membahas tantangan kehidupan pada era Kaliyuga serta pentingnya membangun kesadaran sejak dini, Senin 13 Juli 2026. Dalam obrolan tersebut disampaikan bahwa perubahan zaman harus diimbangi dengan penguatan nilai moral, pendidikan karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Tibah menjelaskan bahwa kebiasaan baik perlu dibentuk melalui pendidikan dalam keluarga agar menjadi bekal menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompleks. "Anak-anak perlu diberikan pengetahuan dan dibiasakan melakukan hal-hal yang baik sejak usia dini," ujarnya.

Selain pendidikan karakter, masyarakat juga diajak menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan sederhana, seperti menjaga kebersihan dan menghargai sumber daya alam. Sikap tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah berbagai tantangan era modern.

Sementara Kejoer dalam perbincangan itu mengungkapkan bahwa setiap orang harus berani menyampaikan pendapat dengan santun sekaligus menghargai pandangan orang lain. "Jangan takut menyampaikan pendapat, tetapi tetap menghormati orang lain," katanya.

Tibah dan Kejoer juga mengingatkan bahwa kebiasaan buruk yang dianggap sepele dapat membawa dampak besar apabila terus dilakukan. Oleh karena itu, setiap individu didorong untuk selalu mempertimbangkan akibat dari setiap ucapan maupun tindakan sebelum mengambil keputusan.

Menurut Tibah, salah satu tantangan Kaliyuga adalah kecenderungan manusia mengejar kesenangan sesaat tanpa memikirkan dampaknya bagi diri sendiri maupun orang lain. "Jangan sampai kenikmatan sesaat justru membawa kita pada kesengsaraan," ungkapnya.

Di akhir siaran, masyarakat diajak memperkuat disiplin, tanggung jawab, serta semangat belajar agar mampu menghadapi perubahan zaman dengan bijaksana. "Kalau kita terus membiasakan diri berbuat baik, kehidupan akan menjadi lebih damai dan bermanfaat bagi sesama," pesan Kejoer.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....