Mengenal Bongsan Talchum (Tari Topeng) dari Korea Selatan

  • 09 Jul 2026 13:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID., Denpasar - Korea Selatan merupakan salah satu negara yang ada di Kawasan asia. Korea Selatan terkenal dengan seni modern drama dan K-popnya. Tidak hanya seni modern, Korea Selatan juga punya seni tradisional yang sudah mandarah daging. Seni tradisional Korea Selatan yang paling terkenal adalah Bongsan Talchum.

Dilansir dari https://pestakesenianbali.id, Bongsan Talchum merupakan seni drama tari topeng tradisional Korea yang paling terkenal dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional Korea Selatan. Seni pertunjukkan ini berasal dari wilayah Hwanghae di Semenanjung Korea.

Pertunjukan ini memadukan tarian, musik, dialog dramatis dan improvisasi menjadi bentuk teater yang hidup dan dinamis. Selama berabad-abad, Talchum (tari topeng) menjadi sarana bagi masyarakat untuk menertawakan otoritas sosial, mempertanyakan norma-norma yang mapan, serta merenungkan kehidupan sehari-hari melalui humor dan satire.

Hingga kini, Talchum tetap menjadi salah satu genre pertunjukan tradisional Korea yang paling dicintai dan dihargai. Ini dikarenakan gerak tubuhnya yang energik, karakter-karakternya yang penuh warna, serta relevansinya yang tak lekang oleh waktu.

Pertujukkan Bongsan Talchum biasanya menampilkan interaksi jenaka antara biksu, rakyat jelata, dan makhluk-makhluk simbolis. Pertunjukan ini menyingkap kontradiksi sifat manusia sekaligus menegaskan ketangguhan kehidupan bermasyarakat. Meskipun berakar kuat dalam budaya Korea, kisah-kisah tentang cinta, godaan, persaingan dan rekonsiliasi di dalamnya memiliki resonansi yang melintasi batas budaya maupun generasi.

Karakteristik artistik Bongsan Talchum adalah Gerakan. Bongsan Talchum dicirikan oleh lompatan yang penuh energi, gerakan tangan yang menyapu luas, serta bahasa tubuh yang ekspresif. Para penampil akan terus-menerus beralih antara tarian, seni peran dan improvisasi sehingga menciptakan interaksi yang dinamis dengan penonton.

Pertunjukan ini diiringi oleh ansambel musisi tradisional Korea yang tampil secara langsung. Instrumen perkusi yang digunakan dalam pertujuukan ini menjadi landasan ritme, sementara instrumen melodis mendukung perubahan suasana dan aksi dramatis.

Pertujukkan ini juga menggunakan sarana topeng. Topeng memegang peranan sentral dalam pertunjukan ini. Ekspresi topeng yang dibuat mencolok memungkinkan penampil memerankan beragam tipe sosial dan emosi, sekaligus menciptakan jarak teatrikal yang memancing humor, satire dan transformasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....