Lingkungan Seni Antar Wayan Sudiarta Jadi Pematung
- 28 Mei 2026 09:40 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Gianyar – Ketekunan dan kecintaan terhadap seni rupa membawa Wayan Sudiarta (45) menekuni dunia patung hingga menjadi mata pencaharian utama bagi dirinya dan keluarga. Pria asal Banjar Pengembungan, Batubulan, Gianyar, ini mengaku kemampuan mematung yang dimilikinya tumbuh sejak kecil karena tidak terlapas dari pengaruh lingkungan tempat tinggal sebagian besar kebanyakan pematung, terlebih lagi karena ayahnya adalah seorang pematung yang terkenal di Desanya.
Saat di temui dikediamannya pada kamis 21 Mei 2026 , Ia mengatakan sejak kecil dirinya sering melihat para seniman di lingkungan sekitar membuat berbagai karya patung. Dari kebiasaan melihat dan ikut membantu secara perlahan, dirinya mulai belajar mematung secara otodidak.
“Dari kecil saya sudah terbiasa melihat orang mematung. Kebetulan ayah saya juga seorang pematung, awalnya hanya membantu bapak saat membuat patung, sekarang justru menjadi pekerjaan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ucapnya.
Menurutnya, lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk keterampilan seseorang, terutama di Bali yang hingga kini masih kuat menjaga tradisi seni dan budaya. Lingkungan dengan aktivitas berkesenian dinilai mampu memberikan pengaruh positif apalagi seperti perkembangan jaman seperti saat ini.
“ Saya bersyukur tinggal dan berkembang di daerah seni. Sejak kecil saya sudah terbiasa melihat aktivitas seni terutama seni patung, sehingga secara tidak langsung hal itu membentuk kemampuan dan kecintaan saya terhadap seni,” ucapnya.
Ia juga mengatakan hasil karya patung buatannya, tidak hanya dipakai pada tempat suci seperti pura - pura , tetapi juga diminati sebagai hiasan rumah maupun dekorasi hotel dan vila. Dari pekerjaan tersebut, dirinya mampu menjadikan seni patung sebagai sumber penghasilan yang menopang kehidupan sehari-hari.
" Karya yang saya buat sesuai permintaan, kadang - kadang ada yang minta dibuatkan untuk dipasang di pura, ada juga untuk kebutuhan untuk menghiasi villa, hotel, dan ada juga patung yang di pasang untuk menghiasi kebun, "ujarnya.
" Saya berharap generasi muda Bali tetap mau belajar dan mencintai seni tradisional, karena selain menjaga warisan budaya, keterampilan seni juga dapat menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan di masa depan."ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....