Eksperimen Ilmiah Buktikan Tumbuhan Responsif Terhadap Getaran Kasih Sayang

  • 14 Mei 2026 09:55 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar- Dialog interaktif Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar pada Selasa, 12 Mei 2026 mengungkap fakta menarik, mengenai pembuktian ilmiah terhadap kekuatan doa dan kata-kata lembut dalam tradisi Tumpek Wariga. Penyuluh Agama Hindu Ahli Madya Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Gusti Agung Istri Purwati,S.Sos.M.Fil.H.,memaparkan berbagai hasil riset global yang menunjukkan bahwa flora dan fauna, memiliki kepekaan sensorik terhadap energi suara serta emosi manusia di sekitarnya.

Purwati menjelaskan, merujuk pada studi di Universitas Chulalongkorn Bangkok tahun 1969, bunga marigold yang diberikan getaran kasih sayang, tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan yang diberi perlakuan negatif. "Segalanya dapat dibuktikan secara ilmiah melalui komunikasi bahasa yang lembut, yang mampu mengubah lingkungan termasuk tumbuh-tumbuhan ke arah yang lebih baik," ungkap Purwati.

Selain itu penelitian di Rusia juga memberikan hasil yang serupa namun dalam konteks yang lebih ekstrem, melalui pengamatan terhadap detak jantung kodok yang terpapar kemarahan manusia. Hal ini membuktikan bahwa emosi negatif tidak hanya merusak objek sasarannya, tetapi juga membawa dampak kesehatan yang buruk, bagi orang yang meluapkan emosi negatif tersebut secara terus- menerus.

Purwati menambahkan bahwa ilmuwan botani juga menemukan perbedaan signifikan pada pertumbuhan pohon yang diberikan stimulasi musik yang berbeda. "Pohon yang diberi nyanyian yang lembut tumbuh subur dan segar, sedangkan yang diberi nyanyian keras dan menghentak-hentak, hidupnya menjadi merana dan layu," ujar Purwati.

Fenomena ini mengingatkan masyarakat Bali, pada tradisi suara sunari di sawah yang diyakini sebagai musik kesenangan Dewi Sri, sebagai pelindung kemakmuran tanaman padi. Kesadaran bahwa tumbuhan mampu mendengar dan menikmati keindahan suara, menjadi dasar mengapa ritual Tumpek Wariga disertai dengan lantunan doa dan harapan yang positif untuk alam.

Melalui data ilmiah tersebut, Purwati mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berucap dan bersikap, karena getaran energi yang dikeluarkan akan memengaruhi ekosistem sekitar. Pendekatan ilmiah ini diharapkan dapat memperkuat keyakinan umat Hindu, dalam menjalankan tradisi leluhur dengan pemahaman yang lebih logis dan modern di masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....