Viral Perselingkuhan Makin Marak, Twin Ingatkan Bahaya Pikiran Tak Terkendali

  • 13 Mei 2026 06:50 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Di tengah maraknya kasus perselingkuhan yang viral di media sosial, umat Hindu diajak untuk kembali memperkuat komitmen menjaga kesetiaan dan keharmonisan rumah tangga berdasarkan ajaran Dharma. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu dari Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Gusti Ayu Twin Jayantari, dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Rabu 13 Mei 2026.

Jayantari mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial memberi ruang interaksi tanpa batas yang dapat memicu kedekatan emosional di luar hubungan yang sah. “Persoalan besar sering kali berawal dari hal-hal kecil yang tanpa kita sadari,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Hindu, pengendalian pikiran menjadi langkah utama untuk mencegah penyimpangan perilaku dalam rumah tangga. Menurutnya, Bhagawad Gita mengajarkan bahwa keterikatan terhadap keinginan dapat menimbulkan nafsu, kemarahan, hingga hilangnya kemampuan membedakan benar dan salah.

“Ketika pikiran tidak dijaga dengan baik, manusia akan mudah terjerumus dalam tindakan yang menyimpang dari Dharma,” katanya. Ia menambahkan bahwa pengendalian diri bukan berarti menolak keinginan, melainkan mengelolanya secara bijaksana agar kehidupan tetap harmonis.

Dalam pemaparannya, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut juga menyinggung kisah Dewi Sita dalam Ramayana sebagai teladan kesetiaan dan keteguhan hati menghadapi godaan. Ia menilai nilai-nilai tersebut masih relevan diterapkan dalam kehidupan modern yang penuh tantangan dan godaan.

“Kesetiaan sejati lahir dari keyakinan yang kuat terhadap ajaran Dharma,” jelasnya. Ia mengajak masyarakat menjadikan ajaran Hindu sebagai pedoman untuk menjaga kesucian hubungan rumah tangga.

Selain itu, Jayantari juga menyoroti pentingnya komunikasi yang sehat dalam keluarga untuk mencegah munculnya jarak emosional antar pasangan. Menurutnya, banyak keretakan rumah tangga terjadi bukan karena masalah besar, melainkan persoalan kecil yang tidak dikomunikasikan dengan baik.

Ia mengingatkan bahwa dampak perselingkuhan tidak hanya dirasakan pasangan, tetapi turut memengaruhi kondisi psikologis anak-anak. “Menjaga keharmonisan rumah tangga berarti juga menjaga masa depan dan kesehatan mental anak-anak,” ungkapnya.

Di akhir siaran, ia mengajak umat Hindu untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat nilai kesetiaan, kejujuran, serta pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berpegang pada Dharma, masyarakat diharapkan mampu membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh kebahagiaan sejati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....