Canang Sari, Sesajen Kecil yang Maknanya Tidak Sekecil Ukurannya
- 13 Mei 2026 06:52 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Jika kita jalan pagi hari di Bali, pasti tidaklah asing dengan tatakan kecil dari janur berisi bunga warna warni, dupa yang mengepul didepan toko, motor sampai diperempatan jalan. Itulah canangsari. Bagi wisatawan mungkin terlihat seperti hiasan tapi bagi orang Bali, canang adalah ucapan terima kasih yang dikirim tiap ke Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa. Kecil, sederhana tapi sarat doa. Dibalik itu semua tersembunyi filosofi hidup yang sudah dijaga turun temurun.
Canang sari memiliki beberapa bagian inti, masing – masing mengandung filosofi mendalam.(Kemenag.go.id )
Alas atau dasar Canang Sari. Biasanya dibuat dari janur ( daun kelapa Muda) yang dibentuk persegi ( ceper ) atau bulat. Alas ini melambangkan kekuatan Ardha Candra ( bulan ) dan Angga Sarira ( tubuh manausia ),simbol keterpaduan unsur – unsur kehidupan.
Bunga ditata dengan posisi dan warna tertentu,sebagai representative dari kekuatan Dewata Nawa Sanga.
Putih/Merah muda ( Timur ) melambangkan Dewa Iswara
Merah ( Selatan ) Melambangkan Dewa Brahma
Kuning (Barat ) melambangkan Dewa Mahadewa
Biru/hijau/warna gelap (Utara ) melambangkan Dewa Wisnu
Kembang rampai (Tengah) symbol kekutan Panca Dewata dan kebijaksanaan.
Beras (Bija ) Melambangkan benih kehidupan dan kehadiran Sang Hyang Atma Jiwa dalam diri manusia. Kehadirannya dalam Canang sari merepresentasikan permohonan akan kesucian dan kehidupan yang harmonis.
Melalui Canang Sari, umat Hindu mengekspresikan rasa hormat, pengabdian dan kesadaran akan keterhubungan antara manusia, alam dan Sang Pencipta. Canang sari menjadi media spiritual yang menyatukan unsur Bhuana Alit (mikrokosmos/manusia ) dan Bhuana Agung (makrokosmos/alam semesta) melalui kekuatan Widya (pengetahuan ).
Canang sari bukan sekedar persembahan, tetapi bentuk kesadaran spiritual dan penghormatan atas kehidupan yang diberikan oleh Tuhan. Melalui Canang sari umat Hindu diajak untuk selalu menyelaraskan hidup dengan alam dan Sang Pencipta.
Canang Sari mengajarkan kita satu hal yaitu Bersyukur, dan tidak menunggu moment besar. Dari hal kecil dilakukan tiap hari, dengan tulus. Ditengah Bali yang makin modern, tatakan janur berisi bunga ini tetap setia mengingatkan bahwa hidup adalah tentang keseimbangan memberi, menerima dan berterimakasih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....