Tumpek Wariga dan Self Care

  • 12 Mei 2026 15:53 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Di tengah kesibukan dan tuntutan hidup modern, tradisi Bali dinilai masih menyimpan pesan penting tentang menjaga dan menyayangi diri sendiri. Melalui hari suci Tumpek Wariga, masyarakat tidak hanya diajak menghormati tumbuhan, tetapi juga diingatkan untuk merawat tubuh dan kesehatan diri.

Hal itu disampaikan dalam acara Rahajeng Bali pada Selasa, 12 Mei 2026. oleh Penyuluh Agama Hindu, I Gusti Agung Istri Purwati, S.Sos, M.Fil.H yang menjelaskan tubuh manusia merupakan cerminan jiwa sekaligus tempat bersemayamnya atman, sehingga perlu dijaga dan disucikan layaknya tempat suci.“Kalau kita tidak bisa menyayangi diri sendiri, bagaimana kita bisa menyayangi orang lain,” ujarnya.

Tumpek Wariga sebenarnya memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar tradisi menghaturkan sesajen kepada tumbuhan. Melalui perayaan tersebut, masyarakat diingatkan untuk menyayangi seluruh ciptaan Tuhan, termasuk tubuh manusia yang juga merupakan bagian dari alam.

Istri Purwati menyebut filosofi Tumpek Wariga mengajarkan manusia untuk menumbuhkan “bunga kesucian” dalam diri, seperti rasa cinta kasih, ketenangan, dan kepedulian terhadap kesehatan fisik maupun mental. Karena itu, self care dinilai bukan hanya soal penampilan, tetapi juga menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, dan hati.

Tumpek Wariga dinilai mengajarkan pentingnya keseimbangan hidup, baik secara fisik maupun spiritual. Melalui filosofi tersebut, masyarakat diingatkan untuk menjaga tubuh, pikiran, dan hati agar tetap sehat di tengah kehidupan modern yang serba cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....