Rahasia Kedamaian di Usia Senja, ternyata Bukan Soal Harta atau Jabatan
- 11 Mei 2026 09:04 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Made Oka Megayasa, mengajak masyarakat menjadikan keikhlasan sebagai jalan Dharma menuju kedamaian batin di usia lansia melalui siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar. Ia menyampaikan bahwa masa lansia bukan sekadar proses bertambahnya usia, melainkan tahap pendewasaan jiwa untuk lebih mendekatkan diri kepada kehidupan spiritual.
“Dalam ajaran Hindu, fase ini dikenal sebagai bagian dari Catur Asrama menuju tahap Wanaprastha, yaitu masa ketika seseorang mulai mengurangi keterikatan terhadap hal-hal duniawi,” ujar Oka Megayasa. Ia menambahkan bahwa usia senja menjadi kesempatan untuk merenungkan perjalanan hidup sekaligus mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Menurut Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung itu, tidak semua orang mampu menjalani masa lansia dengan tenang karena masih dibayangi penyesalan masa lalu, rasa kecewa, hingga kekhawatiran terhadap kesehatan dan kematian. “Keikhlasan bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi kemampuan menerima segala sesuatu dengan hati yang lapang dan tetap menjalani hidup dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Dalam pemaparannya, ia juga mengingatkan pentingnya memahami hukum Karmapala agar manusia tidak mudah menyalahkan keadaan maupun orang lain atas penderitaan yang dialami. Dengan memahami setiap peristiwa sebagai bagian dari proses pembelajaran jiwa, seseorang dinilai lebih mudah menerima kehidupan dengan bijaksana.
“Ketika seseorang benar-benar memahami hukum Karmapala, maka perlahan ia akan belajar menerima keadaan hidupnya dengan lebih bijaksana,” jelasnya. Ia mengatakan bahwa keikhlasan juga membantu seseorang terbebas dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain yang sering menjadi sumber ketidakbahagiaan.
Selain itu, Oka Megayasa menekankan pentingnya memperbanyak kegiatan spiritual di usia lansia, seperti sembahyang, japa mantra, membaca ajaran suci, dan berbagi pengalaman kepada generasi muda. Kegiatan tersebut diyakini mampu menenangkan pikiran, menjernihkan hati, dan menghadirkan kedamaian batin dalam menjalani sisa perjalanan hidup.
“Tujuan perjalanan hidup manusia bukan hanya tentang seberapa banyak yang dicapai, tetapi seberapa tenang hati kita dalam menjalani dan menerima seluruh perjalanan itu,” tutupnya. Ia pun mengajak masyarakat menjadikan masa lansia sebagai waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan serta menemukan kedamaian sejati melalui sikap ikhlas dan penuh rasa syukur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....