Hoaks dan Ujaran Kebencian Mengancam, Ruang Digital Perlu Moderasi Beragama
- 11 Mei 2026 07:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Siaran Surya Puja Pro 4 RRI Denpasar mengangkat tema “Ruang Digital dalam Moderasi Beragama” bersama penyuluh agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Ni Luh Komang Indah Sari, Jumat 8 Mei 2026. Dalam siaran tersebut dibahas pentingnya penggunaan ruang digital secara bijaksana untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama.
Indah Sari mengatakan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. “Ruang digital memiliki peranan penting dalam membangun keharmonisan antarumat beragama, namun juga dapat menjadi tempat penyebaran informasi yang tidak baik jika tidak digunakan secara bijak,” ujarnya.
Ia menjelaskan moderasi beragama merupakan sikap beragama yang seimbang, tidak berlebihan, dan tidak ekstrem dalam menjalankan ajaran agama. Menurutnya, moderasi beragama perlu diterapkan dalam penggunaan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, YouTube, hingga TikTok.
“Moderasi beragama menekankan toleransi, saling menghormati, hidup rukun, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan,” katanya. Ia menilai ruang digital yang tidak dibatasi dengan nilai-nilai agama dapat membentuk karakter negatif di masyarakat.
Dalam pemaparannya, Indah Sari juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyebarkan informasi di media sosial. Konten positif dan edukatif dinilai penting untuk membantu menciptakan suasana damai di ruang digital.
Selain menjadi sarana penyebaran nilai perdamaian, ruang digital juga disebut mampu memperluas akses pembelajaran agama secara daring. Masyarakat kini dapat mengikuti ceramah, membaca artikel keagamaan, hingga berdiskusi lintas agama melalui berbagai platform digital.
Menurutnya, komunikasi yang baik di ruang digital dapat membantu mengurangi kesalahpahaman antarumat beragama. Kehadiran teknologi juga mempermudah masyarakat menyampaikan informasi dan aspirasi kepada pemerintah secara cepat dan efektif.
“Toleransi dapat dilakukan dengan tidak menghina orang lain dan tidak memaksakan keyakinan kepada siapa pun,” ucap Penyuluh Agama Hindu Kota Denpasar tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan sehingga perbedaan keyakinan harus dihormati bersama.
Indah Sari juga menyoroti tantangan penggunaan ruang digital, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga provokasi yang dapat memicu konflik sosial. Karena itu, masyarakat diminta lebih teliti memeriksa kebenaran informasi sebelum memberikan komentar di media sosial.
Ia menilai literasi digital menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga moderasi beragama di era modern. Peran keluarga, tokoh agama, dan pemerintah juga dinilai penting dalam memberikan edukasi serta pengawasan terhadap penggunaan teknologi digital.
“Ruang digital adalah cerminan kehidupan masyarakat, sehingga harus digunakan untuk menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, dan persatuan,” tuturnya. Dengan penerapan nilai moderasi beragama, ruang digital diharapkan menjadi tempat yang aman, harmonis, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....