Bukan Sekadar Mitos, Kisah Tirta Amerta ternyata Relevan di Zaman Modern
- 07 Mei 2026 08:11 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Siaran Obrolan Galang Kangin Pro 4 RRI Denpasar mengangkat tema 'Amerta' yang membahas makna air kehidupan abadi dalam ajaran Hindu, Kamis, 7 Mei 2026. Dalam obrolannya, pembawa acara, Ajik Tibah dan Beli Kejoer mengulas kisah pemutaran Gunung Mandara Giri atau Samudra Manthana sebagai simbol perjuangan memperoleh kehidupan yang penuh kebijaksanaan dan kesejahteraan.
Dalam siaran tersebut dijelaskan bahwa amerta berasal dari kata 'a' yang berarti tidak dan 'merta' yang berarti mati. “Tirta amerta itu artinya air kehidupan abadi, sesuatu yang memberi kehidupan dan kebahagiaan,” ujar Kejoer.
Kisah pemutaran Gunung Mandara Giri disebut menggambarkan kerja sama antara dewa dan asura dalam memperoleh tirta amerta. Proses itu dimaknai sebagai simbol perjuangan manusia menghadapi tantangan hidup agar mampu mencapai keseimbangan dan kebahagiaan.
Tibah menjelaskan bahwa makna amerta di zaman modern tidak hanya dimaknai secara harfiah sebagai kehidupan abadi. “Amerta di zaman sekarang adalah segala sesuatu yang membuat hidup menjadi nyaman, sehat, dan penuh makna,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga diajak memahami bahwa kehidupan harus dijalani dengan usaha, kerja sama, dan pengendalian diri. Persaingan hidup dinilai tidak dapat dihindari, namun harus disikapi dengan kebijaksanaan dan tetap menjaga nilai kemanusiaan.
Dalam obrolan tersebut juga dibahas pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari memperoleh 'amerta' dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Tibah, kesehatan fisik dan mental menjadi modal utama untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah perkembangan zaman.
“Menjaga kesehatan itu bagian dari menjaga amerta dalam diri kita,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa manusia harus mampu menjaga pola hidup agar tetap kuat menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Di akhir siaran, Tibah dan Kejoer menegaskan bahwa hidup sejatinya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberi manfaat kepada orang lain. “Hidup untuk menghidupkan, menghidupkan keluarga, masyarakat, dan kehidupan orang banyak,” tutur Tibah.
Melalui pembahasan tersebut, pendengar diajak memahami nilai-nilai sastra Hindu secara lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Spirit amerta diharapkan menjadi pengingat agar manusia selalu menjaga kesehatan, kebijaksanaan, dan semangat berbagi demi menciptakan kehidupan yang harmonis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....