Tak Hanya Soal Cinta, Ini Rahasia Keluarga Sakinah Menurut Ajaran Hindu

  • 06 Mei 2026 06:57 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar Ni Luh Komang Indah Sari dalam siaran Surya Puja Pro 4 RRI Denpasar, Rabu 6 Mei 2026 mengangkat topik tentang konsep keluarga sukinah menurut ajaran Hindu. Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter manusia.

Menurut Indah Sari, keluarga tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang pertama dalam menanamkan nilai agama, moral, dan budaya. “Keluarga sukinah dipahami sebagai keluarga yang hidup damai, harmonis, penuh kasih sayang, serta sejahtera lahir dan batin,” ujarnya.

Dalam pandangan Hindu, konsep keluarga bahagia berlandaskan pada ajaran Dharma sebagai kebenaran utama dalam kehidupan. Ia menjelaskan bahwa keharmonisan keluarga tidak hanya diukur dari aspek material, tetapi juga keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani.

Indah Sari juga menguraikan bahwa tujuan berkeluarga dalam Hindu berkaitan dengan Catur Purusa Artha, yaitu Dharma, Artha, Kama, dan Moksa. “Dharma menjadi dasar utama, Artha diperoleh dengan cara yang benar, Kama dijalankan sesuai norma, dan Moksa menjadi tujuan spiritual tertinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam kehidupan rumah tangga, setiap anggota keluarga memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi. Suami berperan sebagai kepala keluarga, istri sebagai pengelola rumah tangga, dan anak sebagai penerus yang berbakti kepada orang tua.

Selain itu, komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan keluarga. Komunikasi yang baik akan menghindarkan konflik dan menciptakan suasana saling pengertian.

Dalam membangun keluarga harmonis, nilai-nilai seperti Tri Kaya Parisudha juga sangat penting untuk diterapkan. Ia menyebutkan bahwa berpikir, berkata, dan berbuat baik menjadi landasan dalam menjaga hubungan antar anggota keluarga.

Lebih lanjut Penyuluh Agama Hindu Kota Denpasar tersebut menjelaskan bahwa Konsep Tat Twam Asi dan Tri Hita Karana juga menjadi pedoman dalam kehidupan keluarga Hindu. “Melalui ajaran ini, manusia diajarkan untuk menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan,” tambahnya.

Indah Sari juga menyoroti berbagai tantangan keluarga di era modern, seperti pengaruh teknologi, kesibukan kerja, dan masalah ekonomi. Ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi berlebihan dapat mengurangi kualitas komunikasi dalam keluarga.

Sebagai upaya menjaga keharmonisan, ia mendorong keluarga untuk meluangkan waktu bersama dan melaksanakan sembahyang secara rutin. Dengan kebersamaan dan nilai agama yang kuat, keluarga akan mampu menghadapi berbagai tantangan.

Mengakhiri pemaparannya, Indah Sari menegaskan bahwa keluarga harmonis akan berdampak positif terhadap perkembangan anak dan hubungan sosial di masyarakat. Keluarga yang bahagia akan menciptakan generasi yang berkarakter dan berbudi luhur.

Ia pun mengajak umat Hindu untuk selalu berpegang pada ajaran Dharma dalam kehidupan berkeluarga. “Mari kita wujudkan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan sejahtera lahir batin,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....