Tatwamasi: Jawaban atas Konflik Sosial Masa Kini

  • 05 Mei 2026 06:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar Penyuluh Agama Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Sumarni Juliartini, menyampaikan pentingnya ajaran Tatwamasi sebagai landasan transformasi dari sikap individualistis menuju solidaritas sosial. Dalam siaran Surya Puja yang disiarkan di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 5 Mei 2026, ia menegaskan bahwa ajaran ini mengandung makna mendalam tentang kesatuan antar sesama manusia dan seluruh makhluk hidup.

Menurut Sumarni, konsep Tatwamasi mengajarkan bahwa “aku adalah kamu dan kamu adalah aku”, sehingga setiap tindakan terhadap orang lain pada hakikatnya merupakan cerminan tindakan terhadap diri sendiri. Menolong orang lain berarti menolong diri sendiri, dan menyakiti orang lain sama halnya dengan menyakiti diri sendiri.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut menjelaskan bahwa ajaran tersebut merupakan bagian dari filsafat Hindu yang menekankan nilai kesusilaan dan kemanusiaan universal. “Tatwamasi menjadi dasar dalam membangun hubungan harmonis antar manusia, sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam Pancasila,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh manusia memiliki derajat dan martabat yang sama meskipun secara fisik berbeda-beda. Atman yang ada dalam diri setiap manusia adalah percikan suci Tuhan yang sama, sehingga kita semua sesungguhnya bersaudara.

Dalam kehidupan sosial, penerapan ajaran ini diyakini mampu menciptakan suasana yang rukun, damai, dan saling menghargai. Jika ajaran Tatwamasi dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, maka kehidupan masyarakat akan harmonis dan penuh rasa saling menghormati.

Sumarni juga menyoroti pentingnya pengendalian diri serta menghindari sifat iri hati dalam kehidupan bermasyarakat. “Iri hati hanya akan membawa penderitaan, karena kita sibuk melihat keberhasilan orang lain tanpa berusaha memperbaiki diri,” jelasnya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi sebagai bentuk nyata solidaritas sosial. Jika ingin dihormati, maka hormatilah orang lain terlebih dahulu, karena sikap tersebut bersifat timbal balik.

Ia juga menegaskan bahwa sikap dermawan dan suka menolong merupakan implementasi nyata dari ajaran Tatwamasi dalam kehidupan sehari-hari. “Orang yang bijaksana akan selalu ingin menolong tanpa diminta, karena ia memandang semua orang sebagai saudara,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa ajaran Tatwamasi merupakan konsep luhur yang mampu membangun kehidupan sosial yang harmonis. “Inilah transformasi dari sikap individualistis menuju solidaritas sosial yang penuh cinta kasih dan kebersamaan,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....