Rahasia Kedamaian Bathin dalam Hari Raya Hindu Melalui Ritual Suci
- 02 Mei 2026 10:58 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Penyuluh Ahli Madya Agama Hindu, Kementerian Agama ( Kemenag) Provinsi Bali, I Gusti Putu Suana, S.Ag., M.Si. mengungkapkan rahasia pencapaian kedamaian bathin bagi umat Hindu, melalui penghayatan makna filosofis di setiap momentum rerahinan. Menurut Suana ketenangan jiwa hanya dapat terwujud jika umat mampu mentransformasikan ritual menjadi keselarasan hidup yang tulus antara diri sendiri, sesama makhluk, dan Sang Pencipta.
Dalam pemaparannya ketika berbincang dalam program Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 28 April 2026, Suana merujuk pada ajaran Bhagawadgita mengenai adanya klasifikasi motivasi umat, dalam mendekatkan diri kepada Tuhan. "Terdapat empat jenis pemuja Tuhan atau Catur Wida Bhayante, mulai dari mereka yang memuja karena menderita sakit, mengharap keuntungan material, mencari jabatan, hingga yang memuja melalui perubahan sikap mulia," jelas Suana.
Fenomena munculnya keresahan bathin saat hari raya tiba, menjadi perhatian serius karena hal tersebut menandakan rendahnya kadar pemahaman, terhadap ajaran agama yang sebenarnya. Meskipun seseorang memiliki kemapanan ekonomi, perasaan terbebani oleh kesibukan acara atau biaya upacara, dapat menjadi indikator bahwa penghayatan terhadap hakikat suci hari raya belum meresap sepenuhnya.
Terkait adanya perbedaan tingkat kerohanian di masyarakat, Suana menekankan pentingnya peran Rerahinan sebagai pengingat, bagi manusia yang sering lupa akibat kegelapan atau awidia. "Hari raya tertentu berfungsi untuk mengembangkan kekuatan suci atman yang ada pada setiap manusia, sehingga kita selalu sadar untuk kembali berguru dan mendekat pada Paramaatman sebagai sumber segala kehidupan," ungkap Suana.
Keberagaman kualitas umat dalam merayakan hari suci harus ditampung dalam dimensi yang luas, agar tetap tercipta suasana yang penuh kegembiraan, kebersamaan, dan keindahan. Suana menegaskan rerahinan atau hari raya tidak boleh menjadi beban yang memberatkan, melainkan harus menjadi momentum untuk melebur dosa, dan meningkatkan status ilmu pengetahuan spiritual bagi setiap orang sesuai dengan jenjang batinnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....