Hari Tari Sedunia di Denpasar, “Naluriku Menari” Meriahkan Panggung Seni
- 30 Apr 2026 17:00 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Semangat pelestarian seni dan budaya kembali menguat di Kota Denpasar melalui peringatan Hari Tari Sedunia 2026 melalui kegiatan yang bertajuk “Naluriku Menari” (NAME). Agenda ini melibatkan seniman dari berbagai daerah di Indonesia dan dipusatkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Lumintang, Denpasar, selama dua hari, 27–28 April 2026.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan komunitas seni Naluri Manca tersebut menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari Konser Naluriku Menari ke-5 hingga Festival Lomba Tari Bali yang melibatkan generasi muda dan komunitas seni lintas daerah. Puncak acara berlangsung pada Rabu 29 April 2026 dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPD RI Provinsi Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta sejumlah seniman dan undangan.
Dalam kesempatan itu, Rai Dharmawijaya Mantra mengapresiasi perkembangan “Naluriku Menari” yang dinilai semakin luas hingga tingkat nasional. Ia juga mendorong para seniman muda untuk terus berkarya.
“Lanjutkan dan terus berkarya, kreatif sampai mati. Acara NAME ini ternyata tidak hanya di Denpasar dan Bali, tetapi sudah merambah nasional dengan hadirnya penari dari Jawa Barat hingga Yogyakarta,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Bali. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung ruang-ruang kreatif seni budaya sebagai sarana edukasi, pelestarian budaya, dan penguatan karakter generasi muda.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memberi ruang bagi seniman muda untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri,” katanya.
Sementara itu, Founder Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha, menjelaskan bahwa “Naluriku Menari” lahir dari semangat kolektif para seniman Bali dan terus berkembang sebagai gerakan kebudayaan yang inklusif. Ia menyebutkan, kegiatan yang kini memasuki tahun kelima tersebut telah berkembang hingga dikenal di tingkat internasional dan diusulkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Hari Tari Sedunia ini kami laksanakan sebagai bagian dari misi pelestarian budaya dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam. Kami memadukan unsur tradisional dan modern dalam NAME,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberlanjutan kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni dalam menjaga eksistensi seni budaya Bali agar tetap hidup, berkembang, dan relevan bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....