Hindu Kekinian Bukan Sekadar Mengikuti Tren atau Gaya Hidup Modern

  • 28 Apr 2026 10:12 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar edisi Selasa, 28 April 2026, mengangkat tema tentang bagaimana menjadi Hindu yang kekinian tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur ajaran agama dengan menghadirkan Penyuluh Agama Hindu dari Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ida Bagus Caniartha Satwika selaku nara sumber. Ia menegaskan bahwa perkembangan zaman dan teknologi tidak seharusnya menjauhkan umat dari jati diri spiritual.

Disampaikan bahwa menjadi Hindu kekinian bukan sekadar mengikuti tren atau gaya hidup modern, melainkan kemampuan mengimplementasikan ajaran Hindu dalam kehidupan masa kini. Hal ini mencakup pemahaman yang mendalam terhadap ajaran agama serta penerapan nilai-nilai Dharma dalam setiap aspek kehidupan.

“Menjadi Hindu kekinian berarti mampu relevan dengan zaman tanpa kehilangan akar nilai Dharma,” ujar Satwika. Ia menekankan bahwa umat Hindu harus adaptif, kritis, dan bijaksana dalam menyikapi perubahan.

Nilai-nilai dasar seperti Dharma, Tri Kaya Parisudha, Tat Twam Asi, dan Karma Phala disebut sebagai fondasi yang tidak boleh ditinggalkan. Keempat nilai tersebut menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan modern dan spiritualitas.

“Di era digital, kebebasan berpikir dan berpendapat harus diimbangi dengan tanggung jawab moral,” jelasnya. Ia mengingatkan pentingnya menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan agar tetap selaras dengan ajaran kebaikan.

Lebih lanjut, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut menyoroti tantangan generasi muda di era digital, seperti maraknya informasi yang tidak valid, gaya hidup instan, hingga menurunnya minat terhadap kegiatan keagamaan. Kondisi ini dinilai dapat menggeser pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai spiritual.

“Jangan sampai kita modern dalam penampilan, tetapi kosong dalam makna,” tegasnya. Ia mengajak generasi muda untuk tetap menjadikan ajaran agama sebagai kompas dalam menjalani kehidupan.

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga membuka peluang besar dalam penyebaran nilai-nilai Dharma. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan penyebaran konten positif yang menginspirasi.

“Teknologi hanyalah alat, dampaknya tergantung bagaimana kita menggunakannya,” ungkap Satwika. Ia mendorong generasi muda untuk aktif berkarya dan menyebarkan nilai kebaikan melalui platform digital.

Selain itu, keseimbangan antara gaya hidup modern dan spiritualitas juga menjadi hal yang penting untuk dijaga. Penampilan luar tidak boleh mengalahkan kualitas batin dan ketulusan dalam menjalankan ajaran agama.

“Bergaya boleh, tetapi tetap harus berjati diri dan berlandaskan nilai spiritual,” katanya. Ia menegaskan bahwa keseimbangan ini akan membentuk pribadi yang utuh dan berkarakter.

Di akhir penyampaiannya, ia mengajak umat Hindu untuk terus belajar, memahami, dan mengamalkan ajaran agama secara utuh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu menjadi teladan serta penjaga nilai-nilai luhur di tengah arus modernisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....