Mengendalikan Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan Melalui Konsep Tri Kaya Parisudha

  • 28 Apr 2026 09:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar edisi Minggu, 26 April 2026, Penyuluh Agama Hindu dari Kementerian Agama Kabupaten Badung, Nengah Rasmiati mengangkat tema penting mengenai upaya meniti jalan dharma dengan pikiran yang jernih di tengah tantangan kehidupan modern. Ia menekankan bahwa kehidupan manusia merupakan anugerah berharga yang harus dijalani dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual.

Rasmiati menyampaikan bahwa ajaran agama Hindu menuntun umat untuk selalu mengendalikan pikiran, perkataan, dan perbuatan melalui konsep Tri Kaya Parisudha. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan diri, masyarakat, serta keharmonisan dengan alam semesta.

“Segala perbuatan yang bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan dharma,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pikiran yang buruk akan memengaruhi ucapan dan tindakan, sehingga berpotensi merusak diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Dalam pemaparannya, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut juga mengutip ajaran suci yang menyebutkan adanya tiga pintu menuju kehancuran, yaitu nafsu yang tidak terkendali, kemarahan, dan keserakahan. Ketiga hal tersebut dinilai menjadi pemicu utama seseorang terjerumus dalam perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan narkoba.

“Pengendalian diri dan ketenangan pikiran adalah kunci untuk menghindari perbuatan yang merugikan,” jelas Rasmiati. Ia menekankan pentingnya menjaga kejernihan pikiran sebagai dasar dalam mengambil keputusan yang benar.

Selain itu, hukum karma juga menjadi pengingat bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang harus diterima. Perbuatan baik akan menghasilkan kebahagiaan dan kedamaian, sementara perbuatan buruk akan membawa penderitaan dan kerugian.

“Manusia diberikan kebebasan untuk memilih, namun harus siap menerima akibat dari setiap pilihan tersebut,” ungkapnya. Ia mengajak umat untuk lebih bijak dalam menentukan arah hidup dengan berpegang pada ajaran dharma.

Di era globalisasi, generasi muda diimbau untuk selektif dalam pergaulan dan mengisi waktu dengan kegiatan positif. Pendekatan spiritual seperti sembahyang, pengendalian diri, dan pemahaman ajaran agama dinilai efektif dalam menjaga kejernihan pikiran.

“Mari kita tolak narkoba dengan bijak dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. Dengan demikian, diharapkan generasi muda mampu menjadi pribadi yang kuat, sadar, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....