Senger, Seniman Bondres yang Menemukan Cinta dari Keterpaksaan

  • 24 Apr 2026 14:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Perjalanan I Gst Ngurah Jaya Swarya (39) dalam dunia seni pertunjukan tradisional Bali terbilang unik. Pria yang dikenal dengan nama panggung Senger ini mengaku awalnya menjadi seniman bondres bukan karena keinginannya, melainkan karena dorongan dari orang tuanya.

Ia mengatakan, sejak kecil sudah akrab dengan dunia seni. Hal itu tidak lepas dari peran sang ayah, I Gusti Putu Yasa, yang dikenal sebagai seniman ukir sekaligus seniman tari. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Senger bahkan sudah diajak tampil dari panggung ke panggung oleh ayahnya." Dulu, setiap diajak nari saya pasti nangis, saya lebih suka melukis daripada menari ," tuturnya.

Seiring waktu, perjalanannya dalam seni bondres justru menumbuhkan rasa cinta yang mendalam. Dari yang semula terpaksa, Senger mulai menikmati setiap proses berkesenian, terutama saat berada di atas panggung menghibur masyarakat.

" Ketika kita bisa membuat orang tersenyum dan tertawa, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya.” ujarnya.

Ia juga mengatakan menjadi seniman bondres bukan sekadar tampil melawak, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam." Saya pernah membaca kutipan sastra " anggawe sukaning wong len mangkana juga ya " menghibur orang lain atau penonton merupakan bagian dari yadnya atau bentuk pengabdian tulus kepada sesama." Imbuhnya sambil tertawa.

"“Saya berharap seni tradisional, khususnya bondres, tetap lestari. Saya juga sangat mengapresiasi generasi muda yang turut melestarikan kesenian ini dengan gaya yang berbeda, tanpa meninggalkan pakem tradisi," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....