Menunjukan Sraddha Bhakti dengan Ngayah Topeng Wali
- 23 Apr 2026 15:08 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Karangasem – Suasana sakral menyelimuti rangkaian karya Ida Betara Turun Kabeh yang berlangsung di Pura Agung Besakih.Umat Hindu dari berbagai daerah tampak memadati kawasan pura terbesar di Bali tersebut untuk mengikuti persembahyangan guna memohon sekelamatan lahir dan batin.
Di tengah pelaksanaan upacara, Made Sutama (61), seorang seniman topeng asal Batubulan, Gianyar, turut ngayah dengan menarikan Topeng Wali pada Rabu 22 April 2026. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian upacara yang akan mesineb atau berakhir pada Kamis 23 April 2026.
Made Sutama mengatakan, ngayah yang dilakukannya bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wujud ketulusan hati dan rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Ngayah itu bukan soal ditonton oleh masyarakat, tetapi bagaimana kita bisa tulus menghaturkan persembahan. Dan ini adalah bentuk pengabdian dan rasa syukur saya,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, karya Ida Betara Turun Kabeh menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk memperkuat sraddha dan bhakti, sekaligus menjaga kelestarian adat, budaya, dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
“Melalui upacara ini, kita diajarkan untuk selalu ingat akan jati diri sebagai umat manusia. Di satu sisi, kita menunjukan rasa sraddha dan bhakti kehadapan Ida Sang Hyang, disisi lain, kita bisa berkumpul di satu titik yaitu di Pura Agung Besakih, menyadari bahwa kita semua bersaudara,” imbuhnya.
"Saya berharap semoga semangat ngayah dan kebersamaan yang terbangun dalam upacara Ida Betara Turun Kabeh dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi muda. Dan kita sebagai umat semakin kuat dalam sraddha dan bhakti, serta tetap menjaga persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....