Sejarah Desa Selat, Klungkung Warisan Budaya yang Tetap Hidup

  • 21 Apr 2026 14:41 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Desa Selat yang terletak di Kabupaten Klungkung, Bali, menyimpan sejarah panjang yang menjadi bagian penting dari perkembangan budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Desa ini tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena warisan tradisi yang masih terjaga hingga saat ini.

Dilansir dari halaman Desa Selat Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung yang sekarang ini, pada masa lalu bernama Desa Selat Kawan. Kawan dalam bahasa Bali yang berarti Barat ini menujukan ada Barat pasti ada yang nama Timur ( Kangin ) ini menunjukan ada dua Desa Selat yaitu :

  1. Selat Kangin, yang sekarang bernama Desa Selat berada di Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.

  2. Selat Kawan, yang sekarang bernama Desa Selat berada di Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung.

Dari hal tersebut dapat disimpulkan, bahwa Desa Selat Kecamatan Klungkung berhubungan erat dengan Desa Selat yang berada di Karangasem. Hal ini dapat dilihat adanya hubungan kekerabatan dengan Karangasem, diantaranya :

  • Warga I Gusti Lanang Dauh berhubungan erat dengan warga I Gusti yang berada di Selat, Sidemen, Talibeng dan Nongan Kabupaten Karangasem.
  • Warga Bang Manik Angkeran berhubungan dengan Warga Pidpid, Sidemen, Besakih Kabupaten Karangasem.
  • Warga Pakis Kandel berhubungan erat dengan dengan Sidemen, Buda Keling Kabupaten Karangasem
  • Warga Bujangga berhubungan erat dengan warga Saren, Buda Keling Kabupaten Karangasem
  • Prasasti Warga Pasek di Takedan berhubungan erat dengan Prasasti Bugbug Karangasem.
  • Prasasti Warga Pulasari juga berhubungan dengan Wangsean, Tangkup Kabupaten Karangasem

Dari bangunan yang berada di Pura Acala Buung ,merupakan bangunan kuno karena tidak ada bangunan pelinggih Sanggar Agung, Sapta Petala. Selain itu pula Patung ( Arca ) yang bahannya dari tanah liat yang dibakar. Cara-cara seperti ini terdapat di Desa-desa Kuno misalnya Pura Dalem Puri, Prasasti Rai Mergan yang sekarang di keramatkan di Desa Manduang dan diperkirakan di bangun pada tahun 1400.

Pura ini punya kemiripan dengan Pura Acala Buung yakni Arca – Arca yang terbuat dari tanah liat, gaya ukiran dan atributnya seperti gaya tempo dulu, disamping itu pula terdapat sebuah Bangunan Pelingggih yang dinamakan Dasar Sila Majemuh berupa Batu Besar menyerupai lesung dan ada goresan seperti Goresan Kuku dan ada pula Prasasti Bhatara Sakti. Ini menujukkan Desa Selat duhulu dipimpin oleh orang yang kuat.

Seperti prasasti-prasasti di Pura-Pura Dadia yang ada di Selat, yang bahannya terbuat dari tembaga, lontar serta susunan bahasanya memakai Bahasa Bali Kuno. Hal tersebut dapat menunjukan tahun 1400 atau sekitar abad 16 Desa Selat sudah ada. Di Pura Dalem ini menunjukkan bahwa terjadi banyak perubahan sosial masyarakat.

Setelah Kerajaan Klungkung ini berdiri sebagai pengganti Kerajaan Gelgel sekitar Tahun1686, maka semenjak itu Desa Selat Kawan menjadi wilayah Kerajaan Klungkung, sehingga nama Desa Selat Kawan menjadi Desa Selat saja.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....