Pura Tunggul Besi, Pancer Jagat di Lereng Gunung Agung

  • 21 Apr 2026 09:03 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pura Tunggul Besi memang belum banyak dikenal umat. Pura ini berada di lereng Gunung Agung, pada ketinggian 1.330 dpl, termasuk wilayah Desa Pakraman Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.

Untuk mencapai pura ini dapat melalui dua jalan yakni dari jurusan Desa Rendang, di jembatan rendang belok kiri naik ke atas menuju Desa Batusesa, belok ke kanan menyusuri jalan kecil pegunungan ke arah utara atau atas, sampai di Desa Temukus. Jalan lain yang bisa ditempuh adalah lewat Pura Besakih, yakni jalan menuju ke Pura Kiduling Kreteg. Disebelah Pura Kiduling Kreteg menuju ke atas belok kanan, lalu menyusuri jalan kecil pegunungan, menuruni lembah, lalu naik ke perbukitan, sampai jalan mentok di pinggir kali disebuah lembah di lereng Gunung Agung.

Dari sini menapaki jalan setapak menanjak ke perbukitan dengan hamparan rumput gajah. Dalam perjalanan menuju ke atas, kerap bertemu masyarakat yang sedang menyabit rumput. Mereka bisa ditanya atau dimintai tolong untuk mengantar menuju Pura Tunggul Besi

Setelah menapaki bebukitan, di atas bukit ini terhampar tanah yang luas dan datar. Seperti hamparan padang pengembalaan. Mungkin ini yang oleh tetua disebut dengan Gunung Rata, hamparan tanah datar yang terdapat di pegunungan. Hamparan tanaman Padang Kasna yang memutih, serta hamparan kebun bunga mitir menguning. Hamparan gunung rata itu tampak putih kuning, lambang kesucian dan kebijaksanaan.

Setelah terhenyak menyaksikan pemandangan alam yang menakjubkan, baru kemudian teringat dengan tujuan utama ke pura Tunggul Besi. Pura itu tidaklah semegah yang kita bayangkan. Pura ini benar-benar hanyalah sebuah tunggul / tongkat penanda berupa gumuk. Hanya ada satu pelingih yang sangat sederhana dan sisanya adalah gegumuk. Mungkin keberadaannya dulu bagus, namun karena termakan usia, serta mungkin faktor alam seperti letusan Gunung Agung yang menyebabkan pura menjadi rusak.

Melihat posisi tanah dan hamparan luas yang datar di ketinggian, bisa jadi dulu tempat ini adalah ppemukiman penduduk yang ramai. Namun karena kondisi alam, menyebabkan penduduknya meningglkan tempat ini. Bahwa di kawasan ini banyak terdapat pura selain Pura Tunggul Besi, seperti Pura Payasan, Pura Sinarata, Pura Luwih, Pura Sekar, Pura Majapahit, dan PuraKayoan Dedari.

Keberadaan pura - pura tersebut disungsung secara turun-temurun. Tahun 1963, ketika Gunung Agung meletus, sebagian kawasan pura ditutupi pasir. “Sebagian besar penduduk memilih mengungsi ke daerah lain serta membawa harta benda yang bisa diselamatkan termasuk lontar warisan leluhur yang di antaranya mengisahkan keberadaan Pura Tunggul Besi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....