Wanita Sebagai Pilar Keluarga yang Multifungsi

  • 13 Apr 2026 11:48 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kementrian Agama Kabupaten Gianyar, Gusti Putu Bintari, dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar edisi Minggu, 12 April 2026 menyampaikan bahwa wanita memiliki peran sangat penting dalam kehidupan keluarga. Dalam pandangan Hindu, wanita tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga menjalankan berbagai fungsi strategis dalam rumah tangga.

Ia menjelaskan bahwa laki-laki dan wanita memiliki tanggung jawab masing-masing yang sama berat dalam membangun keluarga. Keduanya saling melengkapi dalam mendidik anak, menjaga keharmonisan, dan menjalankan peran sosial di masyarakat.

“Menurut ajaran dharma, terdapat empat kewajiban utama wanita, yakni terhadap keturunan, diri sendiri, rumah tangga, dan masyarakat,” ungkap Bintari. Dijelaskan, sebagian besar kewajiban tersebut berfokus pada peran wanita sebagai ibu dalam keluarga.

Peran wanita diibaratkan seperti Ibu Pertiwi yang senantiasa memberi dan merawat kehidupan. Kehadiran ibu dalam rumah tangga menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Dalam teks suci Weda, wanita digambarkan sebagai sosok yang cemerlang, penopang kehidupan, serta pembawa kemakmuran dan kesejahteraan. Oleh karena itu, memuliakan wanita sama halnya dengan menjaga keharmonisan hidup.

Wanita juga dituntut mampu menjalankan berbagai peran sekaligus, mulai dari mengurus rumah tangga hingga membantu perekonomian keluarga. Pengabdian tersebut menjadi bentuk kemuliaan yang mencerminkan ketulusan dan tanggung jawab.

“Di era modern, banyak wanita yang turut bekerja di luar rumah untuk mendukung ekonomi keluarga,” jelas Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut. Ia menegaskan, hal tersebut tidak mengurangi kemuliaan peran utama wanita dalam keluarga.

Dalam konsep Hindu, wanita dan pria memiliki kedudukan yang sejajar, sebagaimana tercermin dalam ajaran Ardhanariswari. Konsep ini menegaskan bahwa keseimbangan antara pria dan wanita menjadi dasar terciptanya keharmonisan hidup.

Sebagai ibu, wanita memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Ia menjadi pendidik pertama yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan, baik dan buruk, kepada anak-anaknya.

Selain itu, wanita juga berperan sebagai pengelola keuangan keluarga yang bijaksana. Kemampuan mengatur kebutuhan rumah tangga menjadikan wanita sebagai manajer yang handal dalam keluarga.

Tidak hanya itu, wanita juga berperan sebagai koki yang menyediakan makanan bergizi bagi keluarga. Ia memastikan setiap anggota keluarga mendapatkan asupan yang sehat dan seimbang setiap hari.

Dalam kondisi tertentu, wanita juga menjadi motivator yang memberikan semangat kepada anggota keluarga. Ia hadir sebagai pendukung utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ketika anggota keluarga sakit, wanita juga berperan sebagai perawat yang penuh kasih. Ia merawat dengan tulus serta berusaha memberikan yang terbaik untuk kesembuhan keluarga.

Pandangan Hindu tidak membedakan kemuliaan antara wanita yang bekerja di dalam maupun di luar rumah. Keduanya memiliki nilai yang sama selama mampu menjalankan kewajiban dengan baik.

Ajaran kitab suci menegaskan bahwa pria dan wanita memiliki derajat yang sejajar dalam kehidupan. Keseimbangan peran antara keduanya menjadi kunci utama dalam membangun keluarga yang harmonis.

Melalui pemahaman ini, masyarakat diharapkan dapat lebih menghargai peran wanita dalam kehidupan sehari-hari. Menghormati dan menyayangi ibu merupakan bagian dari nilai luhur yang harus dijunjung tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....