Tata Rias dalam Seni Tari

  • 13 Apr 2026 11:42 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar : Tata rias menjadi unsur yang sangat penting dalam pementasan seni tari. Dilansir dari http://repo.isi-dps.ac.id, Tata rias dalam seni tari adalah segala upaya mengubah wajah dengan menggunakan alat-alat kosmetik (mike-up). Tata rias ini digunakan untuk mengubah karakter pribadi menjadi karakter tokoh yang dibawakan. Ini dilakukan guna memperkuat ekspresi atau mempertegas tokoh dan menambah daya tarik penampilan serta mempercantik wajah.

Dalam tata rias panggung dikenal beberapa jenis tata rias. Pertama, rias jenis yaitu rias yang digunakan untuk merubah suatu peranan ke jenis yang lain. Contohnya laki-laki menjadi perempuan atau sebaliknya. Kedua, rias aksen yaitu rias yang memberikan penekanan pada pelaku. Ketiga, rias usia yaitu rias yang bertujuan untuk mengubah seseorang sehingga menimbulkan usia yang berbeda.

Kemudian keempat, rias watak yaitu termasuk ke dalam rias tokoh karena antara watak, tokoh dan karakter saling mempengaruhi. Kelima, rias fantasi yaitu rias yang menonjolkan daya khayal yang diimajinasikan ke dalam rias wajah, seperti rias lucu, seram dan lain sebagainya. Keenam, rias bangsa yaitu rias yang menonjolkan suatu bangsa. Terakhir atau ketujuh, rias lokal yaitu rias suatu tempat/daerah dengan kekhasan yang berbeda namun indah.

Dalam buku “Tari Tontonan” oleh Sumaryono Endo Suanda (2005) disebutkan beberapa jenis tata rias. Tata rias tersebut adalah tata rias relais dan tata rias simbolis. Tata rias realis ini lebih berfungsi untuk mempertegas atau mempertebal garis-garis wajah agar wajah penari tetap rnenunjukkan wajah aslinya tapi sekaligus mempertegas ekspresi dan karakter tarian yang hendak dibawakan. Garis, bentuk, dan penggunaan warna rias ini nyaris menyerupai segala hal yang kita lihat di dalam keseharian. Contohnya tata rias yang tidak menggambarkan manusia melainkan bentuk-bentuk hewan seperti macan, kucing, burung, ular, dan lain-lain. Sejauh garis dan bentuknya diarahkan kepada pendekatan garis dan bentuk yang senyatanya, maka tata rias tersebut masih bisa dikategorikan tata rias realis.

Sedangkan tata rias simbolis adalah tata rias yang hampir selalu didapati di berbagai bentuk seni tradisi. Secara sederhananya tata rias simbolis ini bisa diartikan sebagai tata rias dengan garis dan bentuk yang tidak menggambarkan wajah atau alam keseharian. Topeng juga dianggap sebagai bagian tata rias ini karena fungsinya sama yaitu untuk mengubah wajah atau tampilan. Maka sering kita jumpai banyak sekali jenis topeng yang tidak ada di dalam rujukan kehidupan keseharian kecuali dirujuk ke alam simbolis. Contohnya, wajah/topeng raksasa, roh jahat atau pun roh baik, burung enggang, naga, barongan dan rias pada berbagai tarian masyarakat Papua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....