Momentum Pagerwesi Perkuat Pertahanan Diri dari Ego
- 12 Apr 2026 16:48 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Pagerwesi merupakan hari untuk memuja Sanghyang Pramesti Guru sebagai manifestasi Tuhan yang memberikan ilmu pengetahuan untuk menyucikan serta membentengi jiwa manusia. Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Badung , Ni Luh Ernawati,S.H., M.I.Kom., memaknai Hari Suci Pagerwesi sebagai momentum penting untuk mengendalikan ego serta tujuh unsur kegelapan atau Sapta Timira dalam diri.
Ketika berbincang dalam program Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa,7 April 2026, Ernawati menjelaskan Pagerwesi berasal dari kata pager yang berarti perlindungan dan wesi yang berarti besi. “Ketika hari suci Pagerwesi umat Hindu tentu melaksanakan persembahyangan dengan khidmat, melambangkan pertahanan diri yang kuat secara spiritual maupun mental” ujar Ernawati.
Ernawati menambahkan melalui pengendalian Sapta Timira, pikiran manusia diharapkan menjadi terang, sehingga mampu melihat dunia dari sudut pandang orang lain dengan penuh solidaritas. Seseorang yang berhasil menguasai ego dan indranya, akan memiliki karakter yang baik, serta mampu menumbuhkan rasa empati yang tulus dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap Tat Twam Asi atau merasakan penderitaan orang lain, merupakan hasil dari keberhasilan manusia dalam memagari diri dari pengaruh negatif kegelapan batin. "Mari kita jadikan Pagerwesi, sebagai upaya memagari diri agar terhindar dari pengaruh buruk ego, yang sering kali membuat kita lupa pada keberadaan orang lain," ungkap Ernawati.
Ernawati menjelaskan momen memuliakan Tuhan sebagai guru sejati ini, diharapkan dapat memotivasi umat untuk terus belajar dan mengasah kepedulian sosial, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kehidupan, harus dijadikan alat untuk menolong sesama, bukan sebagai senjata untuk menindas atau menguasai orang lain.
Kepedulian yang kuat mengingatkan setiap individu, bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri, tanpa bantuan dan dukungan dari anggota masyarakat yang lainnya. Dengan hati yang jernih dan pikiran yang terkendali, setiap orang dapat memberikan kontribusi positif bagi terciptanya kedamaian dan keharmonisan di lingkungan mereka masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....