Surupa,Dhana dan "Guna" Berpotensi Gelapkan Pikiran

  • 09 Apr 2026 14:12 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Badung , Ni Luh Ernawati,S.H., M.I.Kom., saat mengisi acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 7 April 2026, membedah unsur Surupa, Dhana, dan Guna yang sering menjadi pemicu kesombongan manusia. Ketiga unsur dari bagian Sapta Timira ini dapat membuat pikiran seseorang menjadi gelap, sehingga mereka cenderung meremehkan orang lain yang dianggap tidak setara.

Terkait bahaya kecantikan fisik atau ketampanan, Ernawati mengingatkan agar kelebihan tersebut selalu dibarengi dengan keluhuran budi pekerti yang tulus. "Keelokan rupa atau Surupa hendaknya tidak dibiarkan menjadi biang keladi kehancuran, melainkan harus disyukuri dengan cara tetap rendah hati kepada siapa pun," ujar Ernawati.

Ernawati menambahkan bahwa aspek kekayaan atau Dhana juga menjadi perhatian serius, karena sering kali menimbulkan sifat angkuh dan mengumbar hawa nafsu, jika tidak didasari petunjuk agama. Harta benda yang diperoleh dengan cara yang salah atau digunakan secara berlebihan, akan menghapus kearifan seseorang, dan menjauhkannya dari kemuliaan hidup yang sejati.

Mengenai kepandaian atau unsur Guna, Ernawati menjelaskan bahwa kecerdasan yang disalahgunakan untuk menipu atau memfitnah, akan sangat membahayakan keselamatan orang banyak. "Kepandaian harus diimbangi dengan ajaran suci, karena ilmu tanpa agama adalah buta, yang bisa mencelakakan diri sendiri maupun lingkungan”, jelas Ernawati.

Ernawati mengungkapkan kepandaian yang tidak dilandasi oleh susila yang baik, diibaratkan seperti padi yang tidak berisi, meskipun terlihat tumbuh dengan tinggi dan perkasa. Manusia dituntut untuk mampu menguasai indranya, agar segala kelebihan fisik maupun materiil, tidak berubah menjadi racun yang mematikan rasa kemanusiaan.

Melalui pemahaman yang mendalam terhadap Sapta Timira, diharapkan masyarakat Bali dapat lebih mawas diri, dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan godaan duniawi. Ernawati menekankan pengendalian diri secara konsisten merupakan langkah awal untuk mencapai pencerahan pikiran, sehingga cahaya empati dapat kembali bersinar terang di dalam hati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....