Prosesi Mapepada di Pura Agung Besakih Berlangsung Khidmat

  • 01 Apr 2026 16:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Karangasem - Prosesi Mapepada di Pura Agung Besakih berjalan khidmat Rabu, 1 April 2026. Prosesi Mapepada ini dilaksanakan sehari sebelum puncak Ida Bhatara Turun Kabeh Kamis, 2 April 2026 dihadiri Karopem Kesra Propinsi Bali I Made Suparta mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, Anggota DPRD Bali Ni Made Sumiati, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, dan stake holder lainnya.

Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa seusai prosesi menyampaikan pesan penting kepada seluruh umat dalam Karya Ida Bhatara Turun Kabeh tahun 2026 ini.

“Ini persembahan untuk Amati Sato, jiwa kebinatangan kita dibunuh agar kita kembali kepada hakikat sebagai manusia. Kita hidup dalam dunia kegelapan atau kepetengan. Saat kepetengan kita harus kembali ingat kepada Sang Hyang Suung, Sang Hyang Embang. Kita disini berharap Yadnya kita kepada Tuhan Yang Maha Esa tetap kita lakukan. Ketika kita bisa memberikan yang terbaik maka jagat raya ini akan tertib,” ujarnya.

Sementara itu Bendesa Adat Besakih Jero Mangku Widiartha menjelaskan makna utama dari prosesi Mapepada untuk menyucikan hewan kurban yang dipergunakan dalam Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.

“Mapepada Wewalungan Pada artinya kaki, Pada juga berarti sama atau dimuliakan. Dalam bentuk Mapepada wewalungan menyucikan wewalungan menjadi kurban suci yang dipersembahkan agar semua kurban suci mendapat tempat yang mulia dan semua roh wewalungan mendapat berkah dan kesucian dari Sang Pencipta,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Pamucuk atau Pemimpin Pemangku Pura Agung Besakih Gusti Mangku Jana. Dikatakan prosesi Mapepada dipuput Ida Pedanda Gede Rai Tianyar dari Gria Menara Sidemen menggunakan sarana prasarana lengkap untuk penyucian hewan atau wewalungan sebelum disembelih untuk upakara.

“Mapepada ini untuk Nyupat wewalungan yang akan menjadi sarana upacara, jadi ini kita sucikan dulu untuk upacara besok,” ungkapnya.

Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih akan berlangsung selama 21 hari hingga 23 April 2026. Umat Hindu atau pemedek yang hendak melaksanakan persembahyangan diimbau untuk menjaga kebersihan Pura Besakih dengan tidak membawa sampah plastik. Sementara sampah sisa persembahyangan juga diharapkan dibawa kembali pulang, sehingga areal Pura Besakih tetap bersih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....