Segehan Manca Warna Netralisir Energi Negatif Alam Semesta
- 01 Apr 2026 10:35 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Putu Suana, S.Ag., M.Si., memaparkan tata cara persembahan sesaji khusus dalam ritual Kajeng Keliwon Pemelastali yaitu dengan menggunakan segehan mancawarna. Penggunaan Segehan Manca Warna menjadi unsur utama yang diletakkan di halaman rumah guna menenangkan energi alam bawah agar berubah menjadi kekuatan positif bagi lingkungan.
Sesaji utama segehan mancawarna ini terdiri dari nasi lima warna yang dilengkapi bawang putih, jahe, garam, serta percikan arak berem sebagai simbol penyucian bagi Sang Tiga Bhucari. “Segehan Manca Warna dengan nasi lima warn aini kemudian diletakkan di halaman rumah, untuk menghormati kekuatan alam bawah dan sebagai upaya secara niskala untuk menciptakan keseimbangan energi” ujar Suana ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 31 Maret 2026.
Suana menambahkan selain persembahan di bawah, umat juga diwajibkan menghaturkan banten di area suci keluarga atau Sanggah berupa Banten Pejati, Daksina, dan Canang Sari. Persembahan ke "alam atas" ini ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Dewa Siwa, sebagai permohonan saksi spiritual dan perlindungan bagi seluruh anggota keluarga. "Penempatan banten di area Sanggah merupakan bentuk permohonan keselamatan kepada Dewa-Dewi. Sementara segehan di bawah berfungsi menetralisir Bhuta Kala agar tidak mengganggu," ungkap Suana.
Selan itu, di ambang pintu masuk rumah atau lebuh, umat Hindu juga disarankan menghaturkan Canang Burat Wangi dan Canang Lenga Wangi, sebagai simbol keharuman pikiran. Ritual penempatan sesaji yang tepat ini sangat krusial, karena setiap komponen memiliki makna filosofis tersendiri, dalam menjaga harmoni antara Bhuana Agung dan Bhuana Alit.
Suana mengungkapkan seluruh rangkaian penyajian upakara tersebut merupakan tradisi turun-temurun, yang dilakukan setiap enam bulan sekali pada Wuku Watugunung, untuk memohon keselamatan keluarga. Kehadiran sesaji lengkap ini, dipercaya mampu membentengi rumah tangga dari pengaruh energi negatif, maupun gangguan kekuatan mistis, yang sering muncul pada malam Kajeng Keliwon.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....