Pemelastali Awali Rangkaian Hari Suci Saraswati
- 01 Apr 2026 10:30 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Kajeng Keliwon Pemelastali jatuh pada hari Minggu di Wuku Watugunung ( Watugunung Runtuh) tanggal 29 Maret 2026, yang merupakan wuku terkahir dalam sistem pawukon di Bali. Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali , I Gusti Putu Suana,S.Ag.,M.Si., menjelaskan bahwa Kajeng Keliwon Pemelastali merupakan rangkaian awal hari suci Saraswati, yang jatuh pada Saniscara Umanis wuku Watugunung, Sabtu 4 April 2026.
Suana menambahkan bahwa Kajeng Keliwon Pemelastali, merupakan titik awal dari rangkaian pembersihan diri, sebelum merayakan turunnya ilmu pengetahuan di hari suci Saraswati. Kemudian ketika hari raya Saraswati, umat Hindu melakukan pemujaan kepada Dewi Saraswati, sebagai simbol turunnya ilmu pengetahuan.
Pada hari raya saraswati terdapat larangan membaca atau menulis karena kitab-kitab suci sedang diupacarai, menandakan penghormatan tertinggi pada sumber pengetahuan itu sendiri. Setelah itu dilanjutkan dengan Banyu Pinaruh pada Redite Paing Wuku Sinta. “Banyu Pinaruh bermakna membersihkan diri lahir-batin dari kegelapan (awidya) menggunakan air ilmu pengetahuan, agar menjadi pribadi yang bijak” ujar Suana dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa 31 Maret 2026.
Suana memaparkan umat Hindu juga akan merayakan hari Soma Ribek pada Senin Pon Wuku Sinta, untuk memuja Dewi Sri (Dewi Kesuburan/Pangan), sebagai rasa syukur atas hasil panen padi dan beras yang melimpah. Dilanjutkan dengan Sabuh Mas yaitu pada Anggara Wage Wuku Sinta, sebagai wujud syukur atas kemakmuran finansial yang telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Sebagai rangkaian terakhir dari hari suci Sarswati yaitu Hari Raya Pagerwesi yang jatuh pada Rabu Kliwon Wuku Sinta, yang bermakna memagari diri dengan keteguhan iman dan kesucian ilmu pengetahuan, agar terhindar dari gangguan negatif. “Keseluruhan rangkaian ini menunjukkan proses bertahap dari pembersihan mental, rasa syukur atas materi, hingga penguatan iman melalui ilmu pengetahuan yang kokoh” tutup Suana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....